Markets Mining & Energy

Bisnis Listrik TOBA Berkontribusi 50% pada 2020

Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) memprediksi bisnis listrik akan memberikan kontribusi sebesar 50% terhadap pendapatan perusahaan pada 2020. Saat ini seluruh pendapatan perusahaan berasal dari penjualan batubara.

Pandu Sjahrir, Direktur dan Sekretaris Perusahaan TOBA, mengatakan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir menginvestasikan dana cukup besar untuk pembangunan pembangkit listrik. “Pembangunan pembangkit listrik akan menambah dari sisi aset, earning, dan mengubah karakteristik risk profile perusahaan dari mining only menjadi lebih stabil dalam jangka panjang,” kata Pandu.

Saat ini perusahaan gencar mengikuti tender dan membangun sejumlah pembangkit listrik untuk PLN. TOBA melalui anak usahanya Gorontalo Listrik Perdana (GLP) membangun PLTU Sulbagut-1 dengan kapasitas 2×50 MW di Gorontalo.

Proyek dengan nilai investasi USD 210-220 juta ini telah mencapai financial closing dari Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai USD 171,78 juta. Sisa kebutuhan pendanaan proyek dipenuhi dari modal perseroan. Juli Oktarina, Direktur GLP, mengatakan konstruksi PLTU Sulbagut-1 akan dimulai pada kuartal I 2018 dan diestimasi bisa beroperasi komersial (commercial operating date/COD) pada kuartal II 2020.

Perseroan juga tengah mencari dana untuk pembangunan PLTU Sulut-3 di Minahasa yang akan dibangun oleh anak usahanya, Minahasa Cahaya Lestari (MCL). PLTU dengan kapasitas 2×50 MW ini nilai proyeknya diperkirakan USD 220 juta dan ditargetkan mencapai financial closing pada April 2018.

TOBA juga memiliki PLTU Palu dengan kapasitas 2×15 MW yang dibangun pada 2004 kemudian ditambah kapasitasnya sebesar 2×18 MW pada 2014. PLTU tersebut beroperasi secara komersial pada 2016. Perseroan juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan kapasitas 2×41 MW pada 2012 kemudian ditambah kapasitasnya sebesar 2×35 MW pada 2016 dan diestimasi COD pada 2019.

Pembangunan pembangkit listrik juga akan meningkatkan penyerapan batubara perseroan. Untuk setiap 100 MW, konsumsi batubara diestimasi mencapai 400.000-500.000 ton per tahun.

Perseroan menargetkan produksi batubara tahun ini sekitar 5 juta ton-6 juta ton atau relatif sama seperti 2016. Namun, tren harga batubara yang lebih baik diestimasi akan meningkatkan pendapatan perseroan. Pada kuartal I 2017, perseroan mencatat pendapatan sebesar USD 62,7 juta, turun 1,4% dibandingkan dengan kuartal I 2016. Adapun laba bersih perseroan mencapai USD 10,2 juta, melejit 96,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment