Infrastructure Markets Property

KIJA Bukukan Pendapatan Rp 1,62 Triliun

Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,62 triliun pada semester I 2017, tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja perusahaan didorong oleh segmen bisnis pengembangan lahan dan properti, khususnya dari Kendal Industrial Park serta infrastruktur.

Muljadi Suganda, Corporate Secretary KIJA, mengatakan penjualan lahan di Kendal Industrial Park mencapai Rp 246,8 miliar pada semester I 2017, meningkat signifikan dibandingkan Rp 29,4 miliar pada semester I 2016. Pendapatan dari pembangkit listrik, yang merupakan bagian dari pilar bisnis infrastruktur, naik 23% menjadi Rp 765 miliar.

“Pendapatan berulang (recurring revenue) dari bisnis infrastruktur perseroan yang mencakup pembangkit listrik, dry port, dan penyediaan pengolahan air bersih dan limbah menyumbang 60% dari total pendapatan pada semester I 2017,” kata Muljadi. Porsi recurring revenue ini relatif sama dengan tahun lalu sebesar 61%.

Laba kotor KIJA naik 13,27% menjadi Rp 626,4 miliar namun margin laba kotor perseroan turun 200 bps menjadi 39%. Hal ini disebabkan margin dari penjualan lahan industri di Kendal lebih rendah dibandingkan dengan penjualan di Cikarang.

Laba bersih KIJA pada semester I 2017 turun 32% menjadi Rp 218,9 miliar. “Keuntungan selisih kurs bersih pada semester I 2016 mencapai Rp 158,8 miliar, lebih besar dibandingkan tahun ini sebesar Rp 28,5 miliar,” kata Muljadi. Keuntungan selisih kurs berasal dari selisih kurs pendanaan dan keuntungan dari kontrak lindung nilai (hedging) yang dilakukan KIJA.

Pada perdagangan Senin (31/7), harga saham KIJA naik 0,6% menjadi Rp 318. (*)

Follow Us

Indexes