Markets Mining & Energy

Penjualan ANTM Turun 23,8%

Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penurunan penjualan bersih sebesar 23,8% menjadi Rp 3,17 triliun pada semester I 2017 dibandingkan dengan periode yang sama 2016 sebesar Rp 4,16 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan sebesar 48% pada volume penjualan emas dari 5.392 kg pada semester I 2016 menjadi 2.788 kg pada semester I 2017.

Manajemen ANTM mengatakan, komoditas emas masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan dengan porsi 57% atau Rp 1,8 triliun. Volume produksi emas ANTM pada semester I 2017 mencapai 1.013 kg, relatif sama dengan semester I 2016 sebesar 1.015 kg.

Feronikel memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap penjualan ANTM, yakni sebesar 33% atau Rp 1,04 triliun. Volume penjualan feronikel pada semester I 2017 mencapai 7.791 TNi, turun 3,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada semester I 2017, perseroan mencatat volume penjualan bijih nikel mencapai 326.013 wmt dengan nilai Rp 146 miliar, meningkat 50,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan volume penjualan bijih nikel didorong oleh penjualan ekspor bijih nikel kadar rendah yang mencapai 275.513 wmt. Penjualan bijih nikel di pasar domestik sebesar 50.500 wmt.

Volume penjualan bauksit ANTM juga naik 13% menjadi 128.232 wmt dengan nilai Rp 53 miliar. Sementara itu, volume penjualan alumina mencapai 35.878 ton, naik 5,18% dibandingkan semester I 2016. Nilai penjualan alumina mencapai Rp 131 miliar.

Pada perdagangan Senin (31/7), harga saham ANTM stagnan di Rp 690. (*)

Follow Us

Indexes