Consumer Markets

Pertumbuhan Penjualan UNVR Melambat

Penjualan Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada semester I 2017 hanya tumbuh 2,5% menjadi Rp 21,26 triliun. Angka ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan penjualan dibandingkan semester I 2016 yang meningkat 10,32%.

Andy Ferdinand, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan sejumlah data ritel dan kinerja emiten di sektor konsumsi menunjukkan industri konsumsi masih relatif lemah. “Sejumlah emiten mencatatkan pelemahan volume penjualan, kenaikan rata-rata harga jual menjadi penolong kinerja pendapatan mereka,” kata Andy.

Hal yang sama terjadi pada UNVR. Pendapatan perseroan dari divisi food and refreshment (F&R) naik 5,9% yoy sedangkan pendapatan divisi home and personal care (HPC) hanya naik 0,9%. “Divisi F&R tumbuh lebih cepat dari HPC dan saat ini berkontribusi 33% dari total pendapatan UNVR,” kata Andy. Kontribusi F&R meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar 31%.

UNVR diestimasi akan meningkatkan efisiensi untuk menopang laba sebelum pajak (EBIT). Pada semester I 2017, laba sebelum pajak UNVR mencapai Rp 4,9 triliun, naik 9,37% yoy. “Perusahaan melakukan efisiensi, antara lain pada biaya iklan, riset pasar, dan promosi yang turun 6% yoy sehingga rasio biaya tersebut terhadap pendapatan turun menjadi 9,97%,” kata Andy.

Perseroan membukukan laba bersih Rp 3,6 triliun, tumbuh 9,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini sesuai dengan ekspektasi dan konsensus para analis.

Samuel Sekuritas merekomendasikan HOLD saham UNVR dengan target harga Rp 49.400. (*)

Follow Us

Indexes