Consumer Infrastructure Markets

Facebook akan Dirikan Perusahaan di Indonesia

Facebook Inc akan meningkatkan status kantor perwakilannya di Indonesia menjadi perseroan terbatas (PT) untuk mengikuti ketentuan hukum di Indonesia. Perusahaan tersebut akan mengelola bisnis Facebook di Indonesia, termasuk kegiatan pemasaran, jasa periklanan, konten, dan pelaporan pajaknya.

Samuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, mengatakan pembentukan PT merupakan tindak lanjut dari izin prinsip yang telah diperoleh Facebook pada Maret 2017. “PT Facebook Indonesia ini akan diresmikan Agustus ini. Perusahaan ini arahnya untuk memenuhi ketentuan perpajakan dan customer service agar lebih dekat dengan penggunanya,” kata Samuel.

Sebelumnya, pemerintah meminta perusahaan-perusahaan teknologi raksasa (over the top/OTT) seperti Facebook dan Google untuk membentuk Badan Usaha Tetap (BUT) di Indonesia. Hal ini dilakukan agar perusahaan-perusahaan tersebut membayar pajak atas keuntungan bisnis yang diperolehnya di Indonesia. Ditjen Pajak menyebutkan utang pajak Facebook sekitar Rp 2 triliun-Rp 3 triliun.

Facebook akan bersikap kooperatif untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan pemerintah dalam Service Level Agreement (SLA). Pemenuhan SLA Facebook baru mencapai 49,3% sedangkan Instagram, anak usaha Facebook, sebesar 40%. Angka ini lebih rendah dibandingkan SLA yang dicapai perusahaan digital lainnya yang rata-rata sebesar 70%. “Kami akan evaluasi dari waktu ke waktu bagaimana mereka menjalankan ketentuan di Indonesia,” kata Samuel.

Pada pertemuan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dengan perwakilan dari Facebook Asia Pasifik dan Facebook Indonesia, Rabu (2/8), juga dibahas mengenai kerja sama untuk memblokir konten negatif. “Ada fitur-fitur baru yang memungkinkan konten tertentu diblokir atau dibatasi dengan regional blocking, misalnya konten pornografi atau yang terkait dengan terorisme,” kata Samuel.

Facebook juga menyiapkan algoritma khusus yang dapat mendeteksi konten yang berisi berita bohong (hoax). Pemerintah Indonesia dan Facebook membentuk tim khusus untuk mengatasi hoax tersebut. Setelah bertemu dengan Telegram dan Faceboook, pekan ini pemerintah juga menjadwalkan pertemuan dengan Twitter Inc dan Google Inc untuk membahas pemblokiran konten negatif. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment