Infrastructure Markets

LINK Raih Pendapatan Rp 1,65 Triliun

Link Net Tbk (LINK), penyedia layanan internet dan multimedia, membukukan pendapatan Rp 1,65 triliun pada semester I 2017, naik 18,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan harga jual per unit (ARPU) perseroan dari Rp 402 ribu menjadi Rp 419 ribu.

Irwan Djaja, Direktur Utama LINK, mengatakan peningkatan ARPU disebabkan upgrade layanan yang dilakukan pelanggan dan pertumbuhan permintaan atas layanan bernilai tambah (value added services). Hingga Juni 2017, LINK mencatat jumlah rumah yang terkoneksi (home passed) dengan layanan perseroan naik 47 ribu rumah menjadi 1,9 juta rumah.

Perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp 622 miliar, meningkat 23% dibandingkan semester I 2016. Laba bersih LINK juga naik 23% menjadi Rp 490 miliar dengan margin laba bersih 29,7%, naik 120 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja operasional dan keuangan perseroan yang kuat merefleksikan permintaan yang berkelanjutan atas layanan TV berbayar dan internet broadband yang berkualitas tinggi di area dengan GDP tinggi di Indonesia,” kata Irwan.

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% pada 2017 menjadi sekitar Rp 3,39 triliun. Jumlah pelanggan yang terkoneksi dengan layanan LINK akan melampaui 2 juta rumah pada akhir 2017. (*)

Follow Us

Indexes