Markets Mining & Energy

BUMI Bukukan Laba Bersih USD 162,3 Juta

Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih USD 162,3 juta pada semester I 2017, meningkat dibandingkan dengan rugi bersih USD 20,8 juta yang dicatatkan pada semester I 2016. Kenaikan harga batubara merupakan pendorong utama laba bersih perseroan.

Dileep Srivastava, Direktur dan Corporate Secretary BUMI, mengatakan harga batubara pada semester I 2017 mencapai USD 54,8 per ton atau 37,7% lebih tinggi dibandingkan pada semester I 2016 sebesar USD 39,8 per ton. “Ada indikasi kenaikan harga batubara yang terlihat pada Agustus ini akan berdampak positif pada prospek perusahaan hingga akhir 2017,” kata Srivastava.

Perseroan akan meningkatkan produksi dan penjualan batubara pada semester II 2017 seiring dengan berkurangnya curah hujan. Meski demikian, perseroan tidak mengubah asumsi pertumbuhan sebesar 5% pada batubara yang ditambang dan proyeksi kenaikan harga batubara minimal sebesar 30% dibandingkan 2016.

Perseroan mencatat pendapatan secara konsolidasi, termasuk pendapatan dari Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia, mencapai USD 2,34 miliar. Adapun laba usaha konsolidasi BUMI mencapai USD 473 juta.

Produksi batubara BUMI naik 0,9% menjadi 40,2 juta ton pada semester I 2017 karena curah hujan yang tinggi menghambat aktivitas produksi. Volume penjualan batubara relatif sama dengan semester I 2016 yakni sebanyak 41,5 juta ton.

Perseroan telah menyelesaikan rights issue dan obligasi wajib konversi senilai USD 2,6 miliar pada 27 Juli 2017 terkait restrukturisasi utang perusahaan. Dampak restrukturisasi utang ini diestimasi akan terlihat pada kinerja kuartal III 2017.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (3/8), harga saham BUMI stagnan di Rp 338. (*)