Consumer Markets

Ekspor Jadi Katalis Pertumbuhan Kuartal II

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2017 diestimasi akan ditopang oleh ekspor seiring dengan peningkatan harga komoditas global. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan tumbuh 5,13% pada kuartal II 2017, lebih tinggi dibandingkan PDB kuartal I 2017 sebesar 5,01%.

Fakhrul Fulvian, Ekonom Bahana Sekuritas, mengatakan ekspor yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan impor menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal II ditengah perlambatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang masih tertunda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor pada semester I 2017 tumbuh 14,03% menjadi USD 79,96 miliar. Sementara itu, impor naik 9,6% menjadi USD 72,33 miliar sehingga surplus neraca perdagangan Indonesia melesat 84,7% menjadi USD 7,63 miliar.

Di sisi lain, investasi pada kuartal II 2017 meningkat 12,7% menjadi Rp 170,9 triliun. Investasi asing meningkat 10,6% menjadi Rp 109,9 triliun sedangkan investasi domestik tumbuh 16,9% menjadi Rp 61 triliun. Total investasi pada semester I 2017 tumbuh 12,9% secara tahunan menjadi Rp 336,7 triliun. Pencapaian ini baru 49,6% dari target investasi sepanjang tahun ini sebesar Rp 678,8 triliun.

“Hingga semester pertama tahun ini, belanja pemerintah belum memperlihatkan kinerja yang optimal untuk menggerakkan perekonomian. Namun, pemerintah kelihatannya akan menggenjot belanja pada semester II sehingga perkiraan ekonomi tumbuh 5,3% sepanjang tahun ini mungkin tercapai,” kata Fakhrul. Belanja pemerintah khususnya belanja di sektor infrastruktur akan memberikan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian.

Konsumsi rumah tangga masih memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian meskipun rata-rata kenaikan upah minimum regional (UMR) sebesar 8% lebih rendah dibandingkan kenaikan pada 2016. “Kebijakan pemerintah mengendalikan harga 9 bahan pokok akan membantu daya beli masyarakat,” kata Fakhrul.

Pemerintah juga memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun ini sehingga tekanan terhadap daya beli masyarakat berkurang. Jika inflasi dan tingkat suku bunga dipertahankan seperti saat ini sedangkan harga komoditas terus membaik, Bahana optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik pada semester II 2017. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment