Finance Markets Mining & Energy

Global Bond ABMM Oversubscribed 3,7 Kali

Obligasi global (global bond) yang diterbitkan ABM Investama Tbk (ABMM) mengalami kelebihan permintaan sebesar 3,7 kali atau USD 1,1 miliar. Meski demikian, ABMM tidak menaikkan nilai emisi obligasi global melampaui target perusahaan sebesar USD 300 juta.

Andi Djajanegara, Direktur Utama ABMM, mengatakan minat investor global dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat menunjukkan kepercayaan terhadap model bisnis perusahaan. Obligasi global dengan tenor 5 tahun tersebut memberikan kupon 7,125% per tahun.

Adrian Erlangga, Direktur Keuangan ABMM, mengatakan hasil penerbitan global bond akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman perbankan. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menurunkan hutang yang berkelanjutan. Berdasarkan laporan keuangan ABMM per 31 Maret 2017, utang bank yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun mencapai USD 31,07 juta sedangkan utang bank jangka panjang mencapai USD 290,71 juta.

“Selanjutnya, akuisisi tambang batubara yang siap produksi menjadi salah satu prioritas utama Perusahaan mengingat tambang adalah enabler dari sinergi di antara anak perusahaan di ABMM,” kata Adrian.

Tahun ini, ABMM akan fokus memperkuat neraca perusahaan dengan pemangkasan utang serta peningkatan utilisasi dan produktivitas aset, serta meningkatkan sinergi di antara anak usaha. Dengan struktur modal yang lebih kuat, ABMM diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi kondisi pasar komoditas batubara yang fluktuatif.

Fitch Ratings memberikan peringkat BB- dengan outlook stabil sedangkan Moody’s Investor Service memberikan peringkat Ba3 dengan outlook stabil. “Rating Ba3 mencerminkan rekam jejak ABMM dalam mempertahankan kinerja yang kuat melalui berbagai kondisi, didukung operasi terintegrasi yang menitikberatkan pada efisiensi biaya,” kata Saranga Ranasinghe, Asisten Wakil Presiden dan Analis Moody’s. (*)

Follow Us

Indexes