Finance Infrastructure Markets

HSBC akan Tarik Investasi di Sektor Infrastruktur

Bank HSBC Indonesia akan menarik investasi dari investor global untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Kebutuhan dana untuk proyek-proyek infrastruktur tersebut mencapai USD 150 miliar hingga 2019.

Sumit Dutta, Presiden Direktur Bank HSBC Indonesia, mengatakan dalam kunjungannya ke China beberapa waktu lalu, perusahaan-perusahaan besar di sana tertarik berinvestasi di sektor kelistrikan, kereta api, dan jalan tol. “Ada banyak opsi pembiayaan infrastruktur, salah satunya melalui infrastructure bond yang diterbitkan untuk proyek jalan tol, pelabuhan, atau bandara,” kata Sumit.

Haryanto Suganda, Country Head of Global Banking HSBC Indonesia, mengatakan HSBC memiliki peran strategis untuk menjembatani investasi dua arah, dari investor asing untuk berinvestasi di Indonesia maupun dari Indonesia untuk berinvestasi di negara lain. “Peran HSBC bisa memberikan financing secara langsung ke proyek infrastruktur maupun dalam hal advisory. Ada 2-3 deal yang dalam pipeline kami tetapi belum bisa diungkapkan saat ini,” kata Haryanto.

Catherine Hadiman, Direktur Commercial Banking HSBC Indonesia, mengatakan HSBC memiliki pengalaman dalam penerbitan obligasi hingga manajemen risiko dalam proyek infrastruktur lokal maupun lintas negara yang melibatkan investor besar dan kontraktor. “Pembiayaan bisa diberikan untuk supply chain kepada kontraktor dan usaha kecil menengah (UKM) yang terlibat dalam proyek infrastruktur,” kata Catherine.

Berdasarkan laporan keuangan HSBC Indonesia, total kredit bank mencapai Rp 61,03 triliun per Juni 2017, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 19,75 triliun. Hal ini merupakan dampak dari merger antara Bank Ekonomi Sejahtera dengan kantor cabang HSBC di Indonesia yang telah efektif sejak April 2017. (*)