Finance Markets

BBKP Investasikan Rp 500 Miliar untuk Digital Banking

Bank Bukopin Tbk (BBKP) menginvestasikan dana Rp 500 miliar untuk mengembangkan produk perbankan digital (digital banking). Perseroan juga bermitra dengan sejumlah perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk meningkatkan pendapatan non bunga dan dana murah (CASA).

Adhi Brahmantya, Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi BBKP, mengatakan investasi yang dilakukan sejak tahun lalu tersebut antara lain digunakan untuk pengembangan big data, platform digital banking, dan data center perseroan. Untuk kerja sama dengan fintech, perseroan tidak melakukan penyertaan modal tetapi membentuk inkubator BNV Labs yang akan beraliansi dengan startup fintech.

“Hasil kerja sama dengan fintech adalah produk perbankan yang membidik generasi Y dan milennial untuk meningkatkan fee based income dan CASA,” kata Adhi. Salah satu produk yang akan diluncurkan dalam waktu dekat adalah Tabungan WOKE yang berbasis web sehingga pembukaan rekening dapat dilakukan tanpa harus ke kantor cabang.

Perseroan juga akan memanfaatkan fintech yang bergerak di bidang peer to peer lending (P2P) untuk menyalurkan kredit. Selain itu, perseroan tertarik dengan fintech di bidang crowdfunding dan sociopreneur.

Eko R Gindo, Direktur Utama BBKP, mengatakan kontribusi digital banking terhadap fee based income akan signifikan di masa depan seiring dengan tren gaya hidup digital. Hingga Juni 2017, pendapatan non bunga (fee based income) BBKP tumbuh 11% menjadi Rp 738 miliar. Angka pertumbuhan fee based ini lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga yang naik 3,51% menjadi Rp 4,8 triliun. (*)

Follow Us

Indexes