Infrastructure Markets

Laba Bersih WIKA Tumbuh 73%

Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan laba bersih Rp 528,5 miliar, tumbuh sekitar 73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja perusahaan yang baik ini ditopang oleh pendapatan WIKA yang meningkat 62% menjadi Rp 976,86 miliar.

Antonius Steve Kosasih, Direktur Keuangan WIKA, mengatakan perolehan kontrak-kontrak perseroan turut mendorong pendapatan perusahaan. Hingga akhir Juni 2017, perolehan kontrak baru WIKA mencapai Rp 20,86 triliun atau 48% dari target kontrak baru perseroan tahun ini.

Proyek-proyek infrastruktur memberikan kontribusi Rp 12,9 triliun terhadap kontrak baru perseroan, disusul sektor energi dan industrial plant Rp 4,9 triliun. Kontrak baru dari sektor industri mencapai Rp 2,4 triliun sedangkan sektor properti Rp 690 miliar. Saat ini laporan keuangan WIKA untuk semester I 2017 dalam penelaahan terbatas. Beberapa proyek utama yang diraih perseroan adalah Tol Serang-Panimbang dengan nilai proyek Rp 2,85 triliun, Tol Lampung Fase 4 Rp 1,34 triliun, dan PLTU Batubara Cilacap senilai Rp 841 miliar.

Perseroan optimistis dapat mencapai target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 43,44 triliun. Pelaksanaan proyek-proyek pemerintah pada semester II 2017 akan lebih masif sejalan dengan pencairan anggaran belanja pemerintah.

Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan nilai Rp 5 triliun untuk mendukung modal kerja pada semester II 2017. “Sekarang banyak proyek menggunakan skema contractor pre-financing sehingga kami membutuhkan dana yang cukup untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut,” kata Steve. (*)

Follow Us

Indexes