Consumer Industry & Trade Markets

GIAA Targetkan Laba USD 12 Juta

Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan dapat membukukan laba bersih USD 12 juta pada semester II 2017. Perseroan akan melakukan efisiensi, mengoptimalkan rute-rute yang dimiliki, dan meningkatkan kontribusi anak usaha untuk mendorong kinerjanya.

Pahala N Mansury, Direktur Utama GIAA, mengatakan pada kuartal II 2017 perseroan menekan rugi bersih (net loss) sebesar 62% menjadi USD 38 juta. Namun, perusahaan masih terbebani harga bahan bakar yang meningkat 36,5% dan non-recurring expense sehingga total net loss GIAA mencapai USD 283,8 juta.

“Kami optimis kinerja keuangan dan operasional Garuda akan tumbuh positif hingga akhir tahun ini dan membukukan laba USD 12 juta,” kata Pahala.

Pendapatan usaha perseroan pada semester I 2017 meningkat 7% menjadi USD 1,9 miliar. Salah satu faktor penunjang pertumbuhan pendapatan usaha adalah pendapatan internasional yang naik 16%. Jumlah penumpang internasional juga naik 14,8%. Pendapatan GIAA dari penumpang internasional mencapai USD 653,3 juta sedangkan pendapatan dari penumpang domestik mencapai USD 569 juta.

Perseroan mengestimasi bisnis penerbangan di sektor internasional akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur ke luar negeri. Untuk penerbangan domestik, perseroan akan menambah armada anak usahanya Citilink dari 139 pesawat menjadi 235 pesawat dalam 3-5 tahun ke depan. “Pasar low cost airlines besar dan pangsa pasar Citilink akan kami tingkatkan dari 12% menjadi 20% dalam beberapa tahun ke depan,” kata Pahala. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment