Finance Markets

BTPN Investasikan Rp 427 Miliar untuk Digital Banking

Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menginvestasikan dana Rp 427 miliar untuk pengembangan platform digital banking pada semester I 2017. Nilai investasi ini melesat 119% dibandingkan dengan semester I 2016 sebesar Rp 119 miliar.

“Jika dihitung investasi yang telah kami tanamkan untuk mengembangkan platform digital sepanjang tiga tahun terakhir mencapai Rp 1,2 triliun,” kata Arief Harris Tandjung, Direktur Keuangan BTPN. Dampak digitalisasi layanan perbankan dalam jangka pendek terlihat pada penambahan titik pelayanan nasabah secara signifikan.

BTPN memiliki dua platform digital banking untuk dua segmen yang berbeda. BTPN Wow! yang mengandalkan teknologi telepon seluler dan didukung jasa agen membidik segmen below-consuming class, seperti petani, nelayan, buruh, pekerja informal, dan pedagang mikro. Sejak diluncurkan Maret 2015, BTPN Wow! memiliki 3,86 juta nasabah yang dilayani oleh lebih dari 190.300 agen.

Jenius yang merupakan aplikasi di telepon pintar (smartphone) membidik segmen masyarakat urban yang banyak memanfaatkan teknologi. Aplikasi ini telah diunduh sekitar 1 juta pengguna sejak Agustus 2016.

Anika Faisal, Direktur BTPN, mengatakan perseroan akan menambah fitur-fitur yang dimiliki BTPN Wow! maupun Jenius. “BTPN Wow! sedang dalam proses untuk fitur pinjaman melalui platform ini. Untuk Jenius, lebih ke fitur tabungan,” kata Anika.

Perseroan juga tidak menutup kemungkinan bermitra dengan perusahaan finansial teknologi (fintech) lainnya jika produk atau kerja sama yang ditawarkan sesuai dengan bisnis BTPN dalam beberapa tahun ke depan.

Pada semester I 2017, BTPN mencatat pertumbuhan kredit 8% menjadi Rp 66,3 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan berada di level 0,9%. BTPN membukukan laba bersih Rp 935 miliar, naik 2% dibandingkan semester I 2016. “Jika tidak memperhitungkan investasi baru, laba bersih perseroan tumbuh 18% menjadi Rp 1,25 triliun,” kata Arief. (*)

Follow Us

Indexes