Infrastructure Markets

BUKK Raih Kontrak Rp 7,19 Triliun

Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) membukukan kontrak senilai Rp 7,19 triliun pada periode Januari-Juli 2017. Kontrak tersebut terdiri atas carry over kontrak 2016 senilai Rp 3,89 triliun dan kontrak baru Rp 3,29 triliun.

Afifuddin Suhaeli Kalla, Direktur Keuangan BUKK, mengatakan beberapa proyek besar yang digarap perseroan tahun ini adalah Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dan proyek pemeliharaan dari Chevron Pacific Indonesia. Di proyek Jakarta-Cikampek II Elevated, perseroan menjadi subkontraktor dari Acset Indonusa Tbk (ACST). Perseroan memperkirakan total kontrak hingga akhir tahun ini akan mencapai Rp 7,84 triliun.

Irsal Kamaruddin, Direktur Utama BUKK, mengatakan perseroan juga membangun tower transmisi listrik untuk PLN (Persero) hingga 2019. “Perseroan menyusun strategi yang fokus pada sektor ketenagalistrikan, infrastruktur, dan sektor-sektor lainnya yang kami yakini akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Irsal.

Pada semester I 2017, perseroan membukukan pendapatan Rp 910,75 miliar, tumbuh 56,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih BUKK mencapai Rp 130,86 miliar, melejit sepuluh kali lipat dibandingkan semester I 2016 senilai Rp 13,86 miliar.

Peningkatan laba yang signifikan ini disebabkan one time gain dari hasil penjualan 30,14% saham perseroan di tol Trans Jawa Paspro kepada Waskita TransJawa Toll Road (WTTR), Koperasi Wika, dan Waskita Toll Road (WTR) senilai Rp 74,37 miliar. (*)

Follow Us

Indexes