Consumer Headline Markets

Merek 50 Perusahaan Indonesia Bernilai USD 71,6 Miliar

Sebanyak 50 perusahaan di Indonesia memiliki merek (brand) dengan nilai USD 71,6 miliar atau setara Rp 930,8 triliun. Bank Central Asia Tbk (BBCA) memiliki merek terkuat dengan nilai USD 10,5 miliar atau Rp 136,5 triliun disusul Telkomsel dengan merek senilai USD 8,6 miliar atau Rp 111,8 triliun.

WPP dan Kantar Millward Brown dalam riset Brandz Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2017, menyebutkan nilai merek 50 perusahaan terkemuka di Indonesia tumbuh 8% dibandingkan dengan tahun lalu. BBCA hanya selisih USD 800 juta dari Nissan yang berada di peringkat ke-100 Brandz Top 100 Most Valuable Global Brands 2017.

“Merek-merek terkuat di Indonesia dengan baik merespons meningkatnya kepercayaan konsumen dan daya beli konsumen dengan memberikan produk dan layanan berkualitas, inovasi yang berdasarkan tujuan, dan pengalaman yang terbaik serta beragam faktor lainnya yang menambah nilai merek,” kata David Roth, CEO EMEA and Asia The Store WPP. Dalam waktu dekat, merek-merek terkuat Indonesia berpeluang masuk ke jajaran 100 Top Global Brandz dengan investasi berkelanjutan untuk mengembangkan merek.

Telkomsel tahun ini menggeser posisi Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan A Mild dari HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang tahun lalu berada di urutan kedua dan ketiga. Nilai merek BBRI mencapai USD 8,02 miliar sedangkan A Mild USD 8,29 miliar. Di posisi kelima, Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai merek USD 5,44 miliar.

Sektor perbankan merupakan sektor dengan nilai merek terbaik. Ada empat bank yang menduduki peringkat Top 10, selain BBCA, BBRI, dan BMRI, ada Bank BNI Tbk (BBNI) di urutan ke-10 dengan nilai merek USD 1,83 miliar.

Sektor yang paling cepat bertumbuh adalah sektor makanan dan susu, dengan kenaikan nilai gabungan total sebesar 21% menjadi USD 3,2 miliar. Ada 15 merek fast moving consumer goods (FMCG) yang masuk dalam Top 50, termasuk Indomie di posisi ke-13 dan Sarimi di posisi ke-42, serta biskuit Roma. Merek global yang juga sangat disukai di Indonesia, antara lain Sunsilk di posisi ke-30 dan Pepsodent di posisi ke-19. Merek FMCG sangat mampu memenuhi kebutuhan fungsional serta hubungan emosional yang kuat dengan para konsumen.(*)

Follow Us

Indexes