Infrastructure Markets

Bisnis Data Mendorong Prospek ISAT

Bisnis data akan menjadi andalan Indosat Oredoo Tbk (ISAT) untuk mendorong kinerjanya tahun ini. Hingga semester I 2017, pendapatan perusahaan dari bisnis data tumbuh 39,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan ISAT pada semester I 2017 mencapai Rp 15,1 triliun, naik 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan ini didukung oleh peningkatan traffict pada bulan puasa dan Lebaran.

Perseroan membukukan laba bersih Rp 784 miliar, melejit 83,2% dibandingkan semester I 2016. Meski demikian, pencapaian laba bersih perseroan mencerminkan 43,4% dari konsensus para analis.

Aditya Eka Prakasa dan Pandu Anugrah, Analis BCA Sekuritas, mengatakan pelanggan ISAT hanya bertambah 700.000 pelanggan menjadi 96,4 juta pelanggan. Namun, average revenue per user (ARPU) naik 3,7% menjadi Rp 22.500 dan penggunaan data meningkat 17,8% menjadi 246 PB. Hal ini menyebabkan EBIT margin ISAT meningkat menjadi 45,7%.

Di sisi lain, jumlah pengguna data ISAT flat di angka 41,1 juta pengguna. Ini menunjukkan tingginya churn rate yang biasa terjadi karena pelanggan hanya memanfaatkan promosi yang dilakukan operator.

“Saat ini ISAT memberikan promosi telepon (voice) dengan tarif Rp 1 per detik untuk pelanggan baru sehingga pendapatan dari voice akan turun lebih dalam,” kata Aditya. Untuk membatasi penurunan pendapatan, ISAT mengurangi promosi untuk penggunaan data.

ISAT diprediksi akan terus meningkatkan pendapatan data sebagaimana tren yang dilakukan operator telekomunikasi lainnya. Perusahaan menghadapi risiko jika perang promosi antaroperator berlanjut dan ketidakpastian dalam lelang spektrum. Saat ini ISAT memiliki spektrum paling kecil dibandingkan Telkomsel dan XL Axiata Tbk (EXCL) sehingga akan berdampak pada kapasitas perseroan.

BCA Sekuritas merekomendasikan BUY ISAT dengan target harga Rp 8.825. (*)

Follow Us

Indexes