Finance Headline Mining & Energy

3 Sektor Saham Berpotensi Raih Momentum

Saham-saham di sektor pertambangan, finansial, dan infrastruktur berpotensi meraih momentum pada semester II 2017. Pergerakan saham-saham di ketiga sektor tersebut dipicu oleh pemulihan harga komoditas global, perbaikan siklus kredit, dan posisi tawar yang baik.

Taye Shim, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan indeks sektor pertambangan berpotensi tumbuh 5,6%, sektor finansial 3,4%, dan infrastruktur 3% pada semester II 2017. Mirae Asset memberikan peringkat overweight untuk ketiga sektor saham tersebut.

Permintaan batubara dari China diestimasi terus meningkat dengan adanya bencana banjir yang menggenangi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Gezhouba Dam dan Three Gorges Dam. Hal ini menyebabkan pasokan listrik dari PLTA menurun sehingga harus ditutup dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kabar ini memberikan sentimen positif bagi saham-saham produsen batubara, seperti Adaro Energy Tbk (ADRO) dan Bukit Asam Tbk (PTBA).

Di sektor finansial, pertumbuhan uang beredar menunjukkan tren peningkatan di atas 10%. Hal ini menunjukkan likuiditas perbankan cukup baik tetapi likuiditas ini belum tersalurkan ke sektor riil karena masyarakat menahan konsumsi. Salah satu contohnya adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), di mana pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 16,7%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang sebesar 11,9%.

Sementara itu, saham operator telekomunikasi menjadi pilihan di sektor infrastruktur karena memiliki daya tawar yang kuat. “Ada pergeseran konsumsi masyarakat, sekarang kebutuhan berkomunikasi menjadi the new consumption. Di sini Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memiliki daya tawar terkuat karena posisi kas dan neracanya mendukung untuk mendominasi pasar,” kata Taye Shim.

Di luar ketiga sektor saham tersebut, Mirae Asset merekomendasikan saham Kalbe Farma Tbk (KLBF) seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap program Jaminan Kesehatan, volume penjualan peralatan medis yang lebih tinggi, dan penjualan produk secara online.

Saham Barito Pacific Tbk (BRPT), induk usaha dari Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), yang belum lama ini masuk ke dalam Indeks LQ45 juga menjadi pilihan Mirae. “Setelah masuk di Indeks LQ45, kami yakin saham ini akan masuk ke dalam Indeks MSCI/FTSE,” kata Taye Shim. Kapitalisasi pasar BRPT per 14 Agustus 2017 mencapai Rp 24,7 triliun. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment

Follow Us

Most Viewed

Indexes