Markets Mining & Energy

OKAS Jajaki Bisnis Tambang Emas dan Mineral

Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengkaji pengembangan bisnis baru di sektor
tambang emas dan mineral. Ekspansi bisnis baru ini diharapkan dapat meningkatkan
pendapatan perseroan di masa depan.

Bisnis baru ini juga dinilai sejalan dengan bisnis inti perseroan di bidang migas,
pertambangan, dan energi.

Teddy Kusumah Somantri, Direktur Utama OKAS, mengatakan perseroan masih dalam tahap
awal penjajakan di bisnis pertambangan emas dan mineral. “Di saat industri
pertambangan mineral sedang turun, biasanya ada aset bagus yang dijual,” kata
Teddy.

Perseroan ingin mengeluarkan dana seminimal mungkin tetapi bisa mendapatkan aset
yang berkualitas. Akuisisi tambang yang sudah beroperasi dan memiliki cadangan
mineral yang besar tentunya membutuhkan dana yang besar. Lokasi tambang emas atau
mineral tersebut diperkirakan di Kalimantan atau Sumatera.

Perseroan juga mempertimbangkan aksi korporasi lainnya untuk membiayai pengembangan
bisnisnya, seperti penerbitan obligasi atau rights issue. “Kami akan menganalisa
dan menghitung kebutuhannya tergantung hasil penjajakan dan negosiasi,” kata Teddy.

Perseroan juga akan merestrukturisasi utang kepada kreditor perbankan dan supplier
senilai USD 62 juta. “Nilai utang bank OKAS USD 12 juta sedangkan utang anak usaha,
yakni Multi Nitrotama Kimia (MNK) USD 50 juta,” ujar Teddy. Perseroan akan meminta perpanjangan jangka waktu pembayaran utang dan penurunan bunga utang.

Pada semester I 2017, OKAS membukukan pendapatan USD 43,39 juta, turun 20%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan penurunan
penjualan MNK dan penurunan sewa rig di anak usaha lainnya, Bormindo Nusantara. (*)

Follow Us

Indexes