Infrastructure Markets Mining & Energy

Laba Bersih SRTG Turun 46,8%

Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih Rp 2,59 triliun pada semester I 2017, turun 46,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 4,87 triliun. Penurunan laba bersih disebabkan penurunan keuntungan bersih atas investasi pada efek saham sebesar 55,6% menjadi Rp 2,03 triliun.

Michael WP Soeryadjaya, Presiden Direktur SRTG, mengatakan perseroan akan mendorong pengembangan bisnis dari perusahaan-perusahaan investasi yang kontribusinya terus meningkat. Pada semester I 2017, pendapatan dividen SRTG meningkat 61% menjadi Rp 371 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dividen tersebut dikontribusikan oleh Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 220 miliar, Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 90 miliar, dan Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebesar Rp 54 miliar.

“Kenaikan harga saham perusahaan investasi juga berkontribusi sebesar Rp 2 triliun atas pendapatan yang tidak terealisasi,” kata Michael. Total aset yang dikelola perseroan saat ini mencapai Rp 27 triliun.

Perseroan melakukan investasi baru dan divestasi pada semester I 2017. Pada kuartal I 2017, perseroan mendivestasi kepemilikan sahamnya di Lintas Marga Sedaya (LMS), operator jalan tol yang mengelola jalan tol Cikopo-Palimanan, kepada Astratel Nusantara. Pada Maret 2017, perseroan mengakuisisi Deltomed Laboratories melalui anak usahanya, Saratoga Sentra Business.

Jerry Ngo, Direktur Keuangan SRTG, mengatakan Deltomed menambah portofolio perusahaan. “Fokus kami adalah terus membangun portofolio yang beragam dan seimbang melalui siklus investasi baru, divestasi, dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang sudah ada,” kata Jerry.

Pada 2016, Saratoga juga meningkatkan investasi di sektor infrastruktur yang berhubungan dengan konsumen, antara lain cold-chain logistics dan kelompok usaha pengelola rumah sakit. “Kami percaya bahwa sektor-sektor tersebut memainkan peranan penting di Indonesia di saat ekonomi dan populasi terus bertumbuh. Kami sangat antusias berperan dalam pertumbuhan sektor ini dan mendukung ekspansi perekonomian Indonesia,” kata Michael. (*)

Follow Us

Indexes