Industry & Trade Markets Property

Bisnis Hotel akan Dorong Pendapatan KAEF

Ekspansi Kimia Farma Tbk (KAEF) ke bisnis hotel diestimasi akan mendorong pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Perseroan dapat mengoptimalkan aset tanpa meninggalkan lini bisnis utama di bidang farmasi dengan membangun hotel di atas aset tanah KAEF.

KAEF meluncurkan Moxy Hotel di Dago, Bandung pada Agustus 2017. Perseroan bekerja sama dengan Aura Nusantara Abadi dengan skema build operate transfer (BOT) selama 20-25 tahun. JW Marriot akan mengelola dan mengoperasikan Moxy Hotel.

Ankga Adiwirasta, Analis BNI Sekuritas, mengatakan diversifikasi bisnis akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan tetapi belum dapat terlihat dalam laporan keuangan tahun ini. “Kami perkirakan pendapatan KAEF pada 2017 akan tumbuh 15,31% menjadi Rp 6,7 triliun pada 2017 sedangkan laba bersih naik 9,27% menjadi Rp 292,21 miliar,” kata Ankga. Pendapatan dan laba bersih perseroan akan ditopang oleh peningkatan permintaan di industri farmasi.

Margin laba usaha KAEF tahun ini diprediksi mencapai 7,10% sedangkan margin laba bersih hanya 4,36%. Margin laba usaha dan margin laba bersih perseroan turun dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 7,39% dan 4,6% karena biaya produksi perseroan meningkat.

BNI Sekuritas merekomendasikan HOLD saham KAEF dengan target harga Rp 3.300. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment