Industry & Trade Infrastructure Markets

IPO 4 Anak Usaha BUMN Ditargetkan Rp 11 Triliun

Penawaran perdana saham 4 anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditargetkan meraih dana Rp 11 triliun dari pasar modal. Keempat perusahaan tersebut adalah Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), Wika Gedung, PP Presisi, dan Jasa Armada Indonesia.

“Kami perkirakan dari keempat anak usaha BUMN itu bisa didapatkan dana Rp 11,1 triliun,” kata Aloysius Kiik Ro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN. IPO GMF akan berlangsung pada Oktober 2017 disusul Wika Gedung dan PP Presisi pada November 2017 lalu Jasa Armada pada Desember 2017.

Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk mengembangkan bisnis anak-anak perusahaan BUMN tersebut. GMF adalah anak usaha Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Wika Gedung anak usaha Wijaya Karya Tbk (WIKA), PP Presisi anak usaha PTPP, dan Jasa Armada anak usaha Pelindo II.

Ada beberapa rencana IPO anak usaha BUMN yang tertunda, antara lain Tugu Pratama Indonesia (TPI), anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang asuransi. Aloysius mengatakan, IPO TPI ditunda hingga awal 2018 karena di Pertamina baru saja terjadi pergantian direksi. “Di TPI juga posisi direktur utama saat ini kosong sehingga IPO menunggu pergantian manajemen selesai,” kata Aloysius. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes