Markets Mining & Energy

Pemerintah Belum Putuskan Harga DMO Batubara

Pemerintah belum memutuskan harga khusus batubara untuk kebutuhan dalam negeri
(domestic market obligation/DMO). Usulan dari PLN tersebut akan dibahas bersama
independent power producer (IPP) dan perusahaan produsen batubara untuk
mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Ignatius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan usulan harga
khusus batubara DMO merupakan usulan PLN kepada pemerintah agar tarif listrik lebih
terjangkau oleh masyarakat. “Kementerian ESDM belum mengambil keputusan apapun
terkait hal tersebut,” kata Jonan dalam siaran pers.

Menurut Jonan, tarif listrik yang makin terjangkau harus menjadi kepedulian semua
pihak. Namun, untuk mewujudkannya Pemerintah juga harus memperhatikan kelangsungan
usaha dalam bentuk harga energi primer yang adil dan mendukung sustainabilitas
industri terkait.

“Harga energi primer untuk pembangkit listrik adalah salah satu komponen penentu
tarif listrik. Masih ada sejumlah komponen lainnya yang bisa diefisienkan oleh PLN
untuk menghasilkan biaya produksi yang kompetitif dan tarif listrik yang terjangkau
masyarakat luas,” kata Jonan.

Sebelumnya, wacana harga khusus batubara DMO membuat produsen batubara khawatir
pendapatannya akan tertekan. Beberapa emiten yang memasok batubara ke PLN adalah
Bukit Asam Tbk (PTBA), Bumi Resources Tbk (BUMI), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Indo
Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment