Finance Markets Mining & Energy

ADB Salurkan USD 1,1 Miliar ke Sektor Energi Indonesia

Asia Development Bank (ADB) memberikan pinjaman senilai USD 1,1 miliar untuk sektor energi di Indonesia. Pinjaman ini terdiri atas pinjaman USD 500 juta untuk Program Energi Berkelanjutan dan Inklusif (SIEP)-Subprogram 2 dan USD 600 juta untuk PLN.

Winfried Wicklein, Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, mengatakan kedua pinjaman ini akan memperbaiki iklim kebijakan yang memungkinkan peningkatan investasi publik dan swasta di sektor energi Indonesia, serta mendukung dan membangun jaringan distribusi listrik di Indonesia bagian timur.

“Meningkatkan akses ke sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan adalah prasyarat agar pemerintah dapat memenuhi aspirasi pertumbuhan ekonominya,” kata Wicklein.

Sektor energi Indonesia menghadapi berbagai masalah, mulai dari pasokan energi primer hingga distribusi kelistrikan. Hal ini menyebabkan sekitar 23 juta penduduk Indonesia kekurangan akses listrik.

Indonesia tertinggal dibandingkan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara dalam mengembangkan sumber daya energi terbarukan, seperti sinar surya, angin, dan biomassa. Hal tersebut menyebabkan industri kelistrikan bergantung pada batubara, yang porsinya mencapai lebih dari 50% pembangkitan energi pada 2016.

Wicklein mengatakan, kebijakan SIEP akan semakin merasionalisasi tarif, mendorong investasi listrik dan gas swasta, serta mendukung peningkatan skala energi terbarukan dan langkah-langkah efisiensi energi. Sementara itu, pinjaman USD 600 juta bagi PLN akan difokuskan untuk distribusi kelistrikan di 8 provinsi di Nusa Tenggara dan Sulawesi. Hal ini diestimasi akan mendorong kegiatan usaha yang bergantung pada pasokan energi yang stabil, seperti pertanian, perikanan, usaha kecil dan menengah, serta pariwisata. (*)

Follow Us

Indexes