Finance Industry & Trade Markets

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 9,11 Miliar

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 1,72 miliar pada Agustus 2017 setelah mengalami defisit sebesar USD 270 juta pada Juli 2017. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan pada periode Januari-Agustus 2017 mencapai USD 9,11 miliar, lebih tinggi 77,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 5,13 miliar.

Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, mengatakan surplus neraca perdagangan pada Agustus ditopang oleh surplus neraca perdagangan non minyak dan gas (nonmigas) yang melampaui surplus neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2017 mencapai USD 2,41 miliar, lebih tinggi dibandingkan Juli 2017 sebesar USD 340 juta.

“Surplus neraca perdagangan nonmigas didukung oleh ekspor nonmigas yang meningkat menjadi USD 1,49 miliar (month to month/mtm) sedangkan impor nonmigas turun menjadi USD 580 juta (mtm),” kata Agusman.

Ekspor nonmigas dikontribusikan oleh pertumbuhan ekspor minyak sayur, mesin dan peralatan listrik, perhiasan, dan produk rajutan. Sementara itu, penurunan impor nonmigas disebabkan oleh penurunan impor kendaraan dan suku cadangnya, perangkat optik, katun, dan pupuk.

Neraca perdagangan migas mencatat defisit USD 680 juta pada Agustus 2017, lebih tinggi dibandingkan defisit USD 610 juta pada Juli 2017. Lonjakan defisit ini disebabkan kenaikan impor migas sebesar USD 180 juta (mtm) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan ekspor migas sebesar USD 110 juta.

BI menilai, surplus neraca perdagangan menjadi sentimen positif bagi perekonomian Indonesia. Posisi neraca perdagangan diestimasi akan terus membaik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global dan harga komoditas yang tinggi. (*)

Follow Us

Indexes