Finance Infrastructure Markets

EBA Indonesia Power Oversubscribed 2,7 Kali

Penawaran Efek Beragun Aset Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,7 kali atau Rp 10,05 triliun dari target Rp 4 triliun. Perseroan akan menerbitkan EBA secara bertahap hingga akhir 2018 dengan nilai total Rp 10 triliun untuk mendukung pendanaan program 35.000 MW.

Sripeni Inten Cahyani, Direktur Utama Indonesia Power, mengatakan EBA DIPP1 yang diterbitkan senilai Rp 4 triliun dengan aset dasar piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1-4. EBA DIPP1 terdiri atas EBA Kelas A senilai Rp 3,69 triliun dan EBA Kelas B yang ditawarkan terbatas senilai Rp 312 miliar.

Menurut Prihatmo Hari, Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM), EBA DIPP1 memiliki tenor 5 tahun dengan return 8,25% per tahun. Investor yang membeli instrumen investasi tersebut terdiri atas perbankan, asset management, dana pensiun, dan perusahaan asuransi.

DIM merupakan manajer investasi untuk produk EBA DIPP1, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi bank kustodian, sedangkan Danareksa Sekuritas berperan sebagai lead arranger dan selling agent. Penawaran EBA tersebut juga melibatkan BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan BCA Sekuritas.

Indonesia Power adalah anak usaha PLN. Saat ini Indonesia Power mengelola dan mengoperasikan pembangkit listrik dengan kapasitas 14.826 MW, antara lain Suralaya, Semarang, Perak Grati, Saguling, dan Kamojang. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment