Infrastructure Markets Property

IPO Wika Gedung Ditargetkan Rp 4 Triliun

Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan penawaran 45% saham perdana anak usahanya, Wika Gedung, akan menghasilkan dana Rp 3 triliun-Rp 4 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung bisnis Wika Gedung di bidang pengembangan investasi dan konsesi.

Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA, mengatakan perseroan telah mendaftarkan rencana IPO Wika Gedung ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sebelum IPO dilaksanakan, Wika Gedung akan mengakuisisi beberapa perusahaan untuk menunjang pertumbuhan anorganik,” kata Bintang. Beberapa perusahaan yang akan diakuisisi Wika Gedung bergerak di bidang foundation and piling, geotechnical, lightweight bricks, dan perusahaan panel serta mechanical electrical plumbing (MEP).

Wika Gedung memiliki spesialisasi di bidang pembangunan bandara, rumah sakit, gedung bertingkat perkantoran, hotel, apartemen, residensial, hingga pusat perbelanjaan. Akuisisi tersebut akan memperkuat kinerja Wika Gedung sebagai perusahaan konstruksi dengan kategori urban planner dan urban builder. Selain itu, akuisisi memungkinkan perseroan memasok berbagai kebutuhan WIKA Group yang selama ini dipasok dari luar.

IPO Wika Gedung akan dilaksanakan pada kuartal IV 2017, setelah pelaksanaan IPO Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), anak usaha Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Follow Us

Indexes