Finance Markets

BI Rate Bertahan hingga Juni 2018

Bank Indonesia (BI) diestimasi akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,25% hingga semester I 2018. Suku bunga acuan 7 day repo rate saat ini dinilai sudah mencapai level terendah untuk mendorong intermediasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Winang Budoyo, Kepala Ekonom Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), mengatakan sejak awal 2016 BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 200 basis poin (bps). Keputusan BI pada 22 September 2017 untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 4,25% sejalan dengan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,00%-1,25%.

Keputusan The Fed untuk mengurangi aset neracanya (balance sheet reduction) juga sudah diperkirakan oleh pasar dan BI sehingga tidak menimbulkan gejolak. BI dan pemerintah akan memonitor kebijakan The Fed dan menjaga kondisi makroekonomi domestik dengan menjaga inflasi, neraca pembayaran, dan melakukan reformasi struktural.

Hingga Juli 2017, pertumbuhan kredit perbankan meningkat menjadi 8,2% yoy dibandingkan 7,8% yoy pada Juni 2017. “Upaya mendorong pertumbuhan kredit akan mendapatkan tambahan amunisi pada awal kuartal IV 2017 dengan pelonggaran kebijakan makroprudensial secara spasial,” kata Winang.

Penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran kebijakan makroprudensial itu akan mendorong kredit di level 8%-10% hingga akhir 2017 dan 10%-12% pada 2018. Di sisi lain, BI memperkirakan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) akan mencapai 9%-11% pada 2017 dan 2018. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment