Consumer Infrastructure Markets

ISAT Incar Pendapatan Baru dari API

Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mengincar pendapatan baru dari komersialisasi application programming interface (API) kepada para pengembang aplikasi maupun perusahaan lainnya. Dalam jangka panjang, pendapatan dari biaya akses API bisa melipatgandakan average revenue per user (ARPU) ISAT.

Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO ISAT, mengatakan perseroan akan membuka akses untuk 9 API bagi para pengembang aplikasi dalam Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-11. API adalah perangkat fungsi dan protokol yang digunakan untuk membangun aplikasi perangkat lunak (software application). Dengan membuka API, pengembang aplikasi bisa mengakses sebagian data pelanggan ISAT, misalnya dari sisi payment dan pelanggan dengan ARPU tertentu.

“Efeknya ke penggunaan data. Kalau dulu kami menghasilkan pendapatan dari pelanggan, sekarang kami bisa mendapatkan dana dari orang-orang yang berniat mengakses pelanggan kami,” kata Alexander.

Potensi pendapatan dari komersialisasi API dalam beberapa tahun ke depan diprediksi sangat besar. Beberapa pihak yang tertarik mengakses data pelanggan ISAT adalah pengembang aplikasi lokal maupun asing, operator telekomunikasi lain, dan perusahaan-perusahaan di bidang non-telekomunikasi. “ARPU ISAT per pelanggan saat ini Rp 2.500 per bulan. Kalau akses ke pelanggan kami charge Rp 2.000, ARPU bisa double,” kata Alexander.

Untuk peserta IWIC, ISAT menggratiskan akses ke 9 API. Perseroan akan meluncurkan komersialisasi API pada November 2017. Program IWIC tahun ini mengumpulkan 10.703 proposal ide dan aplikasi digital karya anak bangsa. Jumlah peserta IWIC tahun ini meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.500 proposal. (*)