Finance Headline Markets

Pemulihan Permintaan Kredit Dorong Saham Perbankan

Pemulihan permintaan kredit pada semester II 2017 akan menjadi sentimen positif bagi saham-saham perbankan. Kondisi ini ditopang oleh kenaikan harga komoditas yang konsisten yang membuat pelaku industri mampu membereskan kredit bermasalah dan melakukan ekspansi usaha. Percepatan pembangunan infrastruktur juga membuka peluang bagi perbankan untuk membiayai sektor tersebut.

Henry Wibowo, Plt Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas, mengatakan kredit perbankan pada 2017 diperkirakan tumbuh 9%-10% karena permintaan kredit dari sektor konsumer dan korporasi akan meningkat. Pada akhir Juli 2017, kredit tumbuh 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka pertumbuhan kredit ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Juni 2017 sebesar 7,7%. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga membaik ke level 3% pada Juli 2017 dibandingkan 3,18% per Juni 2017.

“Seiring dengan peningkatan permintaan kredit dan penurunan NPL, biaya pencadangan atau provisi perbankan semakin kecil sehingga laba bersih industri perbankan akan membaik pada akhir tahun ini,” kata Henry. Permintaan kredit pada 2018 diestimasi akan lebih tinggi dibandingkan 2017 karena korporasi mengantisipasi kegiatan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit sektor konsumsi per Juli 2017 tumbuh 10% yoy dengan porsi 28% dari total kredit. Kredit modal kerja tumbuh 8,1% yoy dengan porsi 47% dari total kredit. Sementara itu, kredit investasi yang porsinya mencapai 25% dari total kredit hanya naik 6,4% yoy.

Henry mengatakan, earning per share (EPS) saham-saham perbankan dalam 12 bulan ke depan akan tumbuh 16%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar secara keseluruhan sebesar 12%-14%. Bahana merekomendasikan BUY saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target Rp 8.125 per saham dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target Rp 17.000 per saham. Untuk bank skala menengah, Bahana merekomendasikan BUY saham Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dengan target harga masing-masing Rp 1.600 dan Rp 1.400. (*)

Follow Us

Indexes