Markets Mining & Energy

MEDC Catatkan Laba Bersih USD 80,7 Juta

Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih USD 80,7 juta pada semester I 2017, melejit enam kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu USD 11,3 juta. Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan yang mencapai USD 403,5 juta, tumbuh 54,3% dibandingkan semester I 2016 seiring kenaikan harga rata-rata minyak dunia.

Roberto Lorato, Chief Executive Officer (CEO) MEDC, mengatakan volume produksi minyak dan gas perseroan mencapai 89,8 MBOEPD pada semester I 2017, meningkat 40,4% dibandingkan semester I 2016. Harga rata-rata minyak perseroan mencapai USD 49,3 per barel, naik 28,8% yoy. Harga rata-rata gas perseroan mencapai USD 5,6/mmbtu, meningkat 32,8% yoy.

“Perseroan dapat mempertahankan manajemen produksi dan biaya tahun ini. Perseroan juga menambahkan 30 juta BOE cadangan terbukti di Blok A di Aceh yang dalam pengembangan gas,” kata Lorato. Blok A diestimasi akan menghasilkan gas pertama pada akhir kuartal I 2018.

Medco Power Indonesia (MPI), anak usaha perseroan di bidang pembangkit listrik, saat ini telah mengoperasikan lebih dari 520 MW kapasitas terpasang bruto di pembangkit listrik tenaga gas, panas bumi, dan hidro. Sementara itu, Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha perseroan yang bergerak di bidang pertambangan, terus menurunkan biaya dan pendanaan untuk pengembangan usahanya di masa depan.

Perseroan membukukan laba kotor USD 198,2 juta dan margin kotor 49,1% pada semester I 2017. “Cash cost terus menjadi area fokus dengan biaya unit gas dan minyak mencapai USD 8,2 per BOE pada semester I 2017, jauh di bawah komitmen perseroan untuk mempertahankan biaya di bawah USD 10 per BOE hingga 2020,” kata Lorato.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (3/10), harga saham MEDC turun 1,87% menjadi Rp 785. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment