Headline Infrastructure Markets

Operator Bersaing di Lelang Spektrum

Para operator telekomunikasi akan bersaing dalam lelang spektrum 2,1 GHz dan 2,3 GHz yang dibuka akhir September 2017. Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, Telkomsel, diestimasi akan bersaing ketat karena keduanya memiliki utilisasi jaringan yang tinggi sehingga membutuhkan tambahan spektrum.

Giovanni Dustin, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan TLKM dan ISAT akan bersaing memperebutkan spekturm 2.100 MHz sedangkan XL Axiata Tbk (EXCL) dan Hutchison akan menjadi kuda hitam yang mengincar spektrum 2.300 MHz. Saat ini utilisasi jaringan ISAT mencapai 125%, TLKM 105%, dan EXCL 62%.

“Kami perkirakan TLKM akan memenangkan satu atau dua blok di spektrum 2.100 MHz dengan posisi neracanya yang sangat kuat. Di sisi lain, ISAT memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan EXCL untuk mendapatkan blok yang tersisa di spektrum 2.100 MHz karena posisi neraca yang kuat dan cash-flow yang lebih baik,” kata Giovanni.

ISAT juga dinilai memiliki fleksibilitas yang lebih baik untuk mendapatkan blok di spektrum 2.100 MHz karena ekspansinya tidak hanya mengandalkan belanja modal (capex). Penyerapan capex ISAT pada semester I 2017 mencapai Rp 1,1 triliun atau 16% dari total capex sedangkan EXCL mencapai Rp 3,7 triliun atau 67% dari total capex.

EXCL memiliki utilisasi jaringan dan kemampuan finansial yang lebih rendah dibandingkan TLKM dan ISAT. EXCL diestimasi akan mengincar blok di spektrum 2.300 MHz untuk menghindari persaingan ketat dengan ISAT dan TLKM.

“Lelang spektrum menjadi katalis positif bagi industri telekomunikasi,” kata Giovanni. Mirae menegaskan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi. ISAT menjadi saham pilihan Mirae di sektor ini dengan target harga Rp 8.100. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment