Markets Property

Okupansi Ruang Ritel Sentuh Level Terendah

Rata-rata okupansi ruang ritel di Jakarta dan sekitarnya mencapai 83,3% yang merupakan level terendah dalam 10 tahun terakhir. Dalam jangka pendek, sewa ruang ritel diestimasi masih tertekan di level Rp 600.000 per m2 per bulan karena pengelola menawarkan paket harga khusus untuk meningkatkan okupansi dan mempertahankan tenant yang ada.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Collier International Indonesia, mengatakan penutupan dua gerai Matahari Department Store di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai turut berpengaruh pada perhitungan tingkat okupansi ruang ritel di kuartal III 2017. “Sebelum penutupan 2 gerai tersebut, rata-rata okupansi ruang ritel mencapai 86%. Kami hitung kembali setelah penutupan dan hasilnya 83,3%,” kata Ferry. Colliers memperkirakan hingga akhir tahun ini tingkat okupansi ruang ritel di Jakarta akan berada di level 82%-83%.

Rendahnya tingkat okupansi ruang ritel menunjukkan kondisi para peritel yang tertekan dan harus melakukan efisiensi. Konsumen semakin berhati-hati dan selektif dalam konsumsinya. Di sisi lain, perkembangan belanja online tidak terlalu besar dampaknya terhadap para peritel.

Colliers mengutip riset Nielsen yang menyebutkan nilai uang yang digunakan untuk belanja online di Indonesia hanya 1,5% dibandingkan total belanja konsumen. “Mall dan pusat perbelanjaan masih dibutuhkan masyarakat karena ada beberapa barang yang tidak bisa dibeli online. Selain itu, mall menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat,” kata Ferry.

Steve Sudijanto, Senior Director Colliers International Indonesia, mengatakan mall dan pusat perbelanjaan berevolusi untuk memberikan pengalaman baru dan gaya hidup bagi masyarakat. “Mall dan pusat perbelanjaan banyak yang direnovasi untuk mendukung evolusi tersebut, yang masih konvensional akan tertinggal,” kata Steve.

Pasokan ruang ritel tahun ini diprediksi hanya akan tumbuh 2% yoy menjadi 4,64 juta m2. Suplai yang terbatas ini diharapkan dapat memperbaiki tingkat okupansi. Proyek SOHO milik Agung Podomoro Land Tbk (APLN) di Pancoran seluas 8.000 m2 akan tuntas pada akhir 2017. Pada 2018, pasokan baru berasal dari proyek New Harco Plaza di Glodok dari APLN seluas 60.000 m2.

Proyek pusat perbelanjaan yang akan masuk ke pasar pada 2019 adalah D’Entrance di Jakarta Selatan seluas 10.000 m2 dari Loka Mampang. Pada 2020, Sinar Mas Land dan Aeon akan merampungkan mall di komplek South Gate, Jakarta Selatan seluas 35.000 m2 sedangkan Metropolitan Kentjana dengan Pondok Indah Mall 3 seluas 60.000 m2 di Jakarta Selatan. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment