Consumer Industry & Trade Markets

KIOS Targetkan Laba dalam 2 Tahun

Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menargetkan dapat membukukan laba pada 2018 pasca akuisisi 99,34% saham Narindo Solusi Komunikasi. Narindo adalah perusahaan agregator e-voucher yang diharapkan akan menyumbang 80%-90% dari pendapatan KIOS dalam beberapa tahun ke depan.

Jasin Halim, Direktur Utama KIOS, mengatakan proses akuisisi memasuki tahap akhir. “Minggu depan kami akan bertemu dengan Narindo,” kata Jasin. Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha pada 2018 akan mencapai Rp 2 triliun.

Hingga April 2017, perseroan mencatat omzet sebesar Rp 25,9 miliar, tumbuh 445% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, perseroan masih mencatat rugi bersih Rp 4,45 miliar. Sementara itu, pendapatan Narindo per April 2017 mencapai Rp 400 miliar.

KIOS meraih dana Rp 45 miliar dari penawaran 23,07% saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga Rp 300 per saham. Penawaran saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 10 kali dari jumlah saham yang ditawarkan. Sekitar 55% investor yang membeli saham perseroan adalah investor ritel. Perseroan akan menggunakan 78,95% dana IPO untuk akuisisi 99,34% saham Narindo dan sisanya untuk modal kerja.

KIOS yang bergerak di bidang e-commerce online to offline (O2O) menjadi start-up pertama yang mencatatkan sahamnya di BEI dan akan menempati papan pengembangan. Perseroan memiliki tiga jenis layanan, yakni layanan digital dan payment point online bank (PPOB), layanan keuangan, dan e-commerce. Perseroan menargetkan jumlah mitra Kioson bertambah menjadi 30.000 mitra pada akhir 2017 dari sekitar 19.000 mitra saat ini. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment