Markets Mining & Energy

Capex TOBA 2018 Naik 2 Kali Lipat

Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), perusahaan batubara dan energi, akan meningkatkan alokasi belanja modal pada 2018 menjadi sekitar USD 130 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan dua kali lipat dibandingkan dengan 2017 karena perseroan mendorong bisnis pembangkit listrik.

Pandu Sjahrir, Direktur Keuangan TOBA, mengatakan perseroan fokus mendorong bisnis pembangkit listrik yang akan berkontribusi 50% terhadap pendapatan perseroan pada 2020. “Kalau dilihat sekarang pemain batubara yang besar juga fokus ke pengembangan power plant. Tahun depan kebutuhan capex kita akan lebih besar,” kata Pandu. Sekitar 80%-90% dari capex tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik.

Saat ini perseroan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu dengan kapasitas 66 MW. Perseroan juga membangun PLTU Sulbagut-1 di Gorontalo dengan kapasitas 2×50 MW yang ditargetkan commercial operating date (COD) pada kuartal II 2020.

“Untuk PLTU Sulut-3 di Minahasa, kami tengah negosiasi untuk mendapatkan pendanaan dari sejumlah bank lokal,” kata Pandu. Nilai pinjaman bank untuk proyek PLTU Sulut-3 diestimasi USD 120 juta.

Nilai proyek PLTU Sulut-3 diestimasi sama seperti proyek PLTU Sulbagut-1 sekitar USD 220 juta. Perseroan memiliki kas yang cukup untuk mendukung sisa dana kebutuhan proyek tersebut.

Perseroan juga mengikuti tender Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumatera bersama konsorsium yang dipimpin perusahaan asal Amerika Serikat (AS). “Kami membidik PLTS dengan kapasitas di atas 50 MW,” kata Pandu.

Di sisi lain, perseroan memperkirakan harga batubara tahun depan akan berkisar USD 85 per ton. Produksi batubara perseroan pada 2018 diestimasi naik 3%-4% dibandingkan target produksi tahun ini sebesar 5,6 juta ton. Hingga kuartal III 2017, perseroan hampir mencapai target pendapatan tahun ini sebesar USD 350 juta. Laporan keuangan perseroan akan dirilis pada pekan depan. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment