Industry & Trade Markets

ESSA Bidik Pendapatan USD 150 Juta

Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), perusahaan pengolahan dan distribusi gas, membidik pendapatan USD 150 juta pada 2018 dengan beroperasinya pabrik amonia dari anak usahanya, Panca Amara Utama (PAU). Pabrik dengan kapasitas produksi 600.000 ton amonia per tahun itu akan berkontribusi 75% terhadap pendapatan perusahaan.

Prakash Bumb, VP Finance ESSA, mengatakan pembangunan pabrik amonia PAU di Banggai, Sulawesi Tengah sudah mencapai 94% dan diestimasi akan berproduksi pada Januari 2018. “Pasca selesainya pabrik amonia, pendapatan kami akan naik 4 kali lipat. Kontribusi dari penjualan amonia bahkan lebih besar dari penjualan gas,” kata Prakash.

Hingga Agustus 2017, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi USD 22,4 juta, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat laba bersih USD 1,8 juta per Agustus 2017 sedangkan pada Agustus 2016 perseroan masih rugi USD 300.000. Hingga akhir tahun ini, ESSA memproyeksikan pendapatan sebesar USD 34 juta. PAU telah menandatangani kontrak dengan Mitsubishi Corporation, Jepang yang menjadi off-taker produk amonia perusahaan.

Mukesh Agrawal, Direktur Teknis dan Independen ESSA, mengatakan pendanaan pabrik amonia PAU sudah mencapai 79% dari nilai proyek USD 830 juta. “Penyelesaian proyek amonia pada tahap akhir akan ditopang dana rights issue ESSA sebesar USD 34 juta,” kata Mukesh.

ESSA akan melaksanakan rights issue senilai total Rp 600 miliar pada akhir tahun ini. Selain untuk penyelesaian pabrik PAU, sisa dana rights issue digunakan untuk modal kerja perseroan. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ESSA. (*)