Markets Property

Sektor Teknologi Serap 50% Ruang Perkantoran

Perusahaan-perusahan di sektor teknologi masih mendominasi permintaan ruang kantor di CBD Jakarta pada kuartal III 2017. Total ruang perkantoran yang terserap selama Januari-September 2017 mencapai 140.000 m2.

James Taylor, Head of Research Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia, mengatakan pertumbuhan permintaan dari sektor teknologi sangat tinggi. “Mereka menyerap lebih dari 50% pasokan perkantoran di kawasan CBD Jakarta,” kata Taylor. Perusahaan-perusahaan teknologi ini terbagi dalam 5 kategori, yakni online marketplace, co-working space, financial technology (fintech), travel booking, dan online game.

JLL menyebutkan total pasokan ruang kantor secara year to date mencapai 765.000 m2, tumbuh sekitar 70% dibandingkan posisi akhir 2016 sebanyak 450.000 m2. Gedung perkantoran yang baru selesai pada kuartal III 2017 adalah Telkom Landmark Tower 2 dengan luas 69.500 m2. Pasokan baru pada kuartal IV 2017 antara lain berasal dari proyek District 8, Sopo Del, dan Mangkuluhur City.

“Meskipun permintaan membaik, tingkat okupansi perkantoran di CBD secara rata-rata berada di level 81% karena banyaknya pasokan baru,” kata Taylor. Dalam beberapa kuartal terakhir, juga terlihat tren perpindahan tenant dari gedung perkantoran grade B dan C ke grade A karena pengelola gedung perkantoran menawarkan harga sewa yang kompetitif di kisaran Rp 200.660 per m2 per bulan, turun 2%-3% dibandingkan kuartal II 2017.

Perkantoran di kawasan non-CBD, seperti TB Simatupang, Kelapa Gading, MT Haryono, dan Puri Kembangan, mencatat pertumbuhan yang lebih sehat karena tambahan pasokan baru tidak sebesar di CBD. Total pasokan perkantoran di kawasan ini mencapai 206.000 m2, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2016 sebesar 320.000 m2.

Penyerapan pasokan ruang perkantoran di kawasan ini mencapai 100.000 m2. Rata-rata tingkat okupansi ruang perkantoran di kawasan ini mencapai 78%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 75%. Harga sewa ruang kantor di non-CBD mencapai Rp 116.150 per m2 per bulan, turun sekitar 3% dibandingkan kuartal II 2017. (*)

Follow Us

Indexes