Infrastructure Markets

ADHI Bukukan Kontrak Baru Rp 30 Triliun

Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 30 triliun hingga September 2017, tumbuh 11,9% dibandingkan dengan kontrak baru per Agustus 2017. Lini bisnis konstruksi dan energi berkontribusi 96,3% terhadap perolehan kontrak baru perseroan, sisanya dari lini bisnis lainnya.

Ki Syahgolang Permata, Corporate Secretary ADHI, mengatakan kontrak baru perseroan termasuk kontrak Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek Fase I Rp 21,7 triliun, tol Pasuruan-Grati Rp 429,3 miliar, Air Baku Sambas Kalbar Rp 135,6 miliar, serta Pembangunan Penahan Tanah dan Dermaga IKD3 Belawan senilai Rp 131,1 miliar.

Kontrak baru yang berasal dari pemerintah mencapai 76,9%, BUMN 11,4%, dan swasta 11,7%. Berdasarkan tipe pekerjaan, kontrak baru ADHI berasal dari proyek jalan, jembatan, dan LRT 71,9%, proyek gedung 21,3%, serta proyek infrastruktur lainnya 6,8%.

“Pembangunan LRT Jabodetabek Fase I secara keseluruhan mencapai 21,9%,” kata Ki Syahgolang. LRT Jabodetabek Fase I mencakup lintasan Cawang-Cibubur yang pembangunannya mencapai 40,4%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 7,6%, dan Cawang-Bekasi Timur 23,6%.  Proyek ini ditargetkan tuntas pada 2019.

Pada perdagangan Rabu (11/10), harga saham ADHI naik 1,4% menjadi Rp 2.040. (*)

Follow Us

Indexes