Industry & Trade Infrastructure Markets

MLPT Dorong Bisnis Data Center

Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong bisnis data center melalui anak usahanya, Graha Teknologi Nusantara (GTN). Perseroan membidik potensi pasar di sektor financial technology (fintech) yang pertumbuhannya pesat.

Wahyudi Chandra, Presiden Direktur MLPT, mengatakan GTN mengoperasikan GTN Data Center seluas 4.000 m2 di Lippo Cikarang, Jawa Barat sejak 2016. Saat ini GTN memiliki 38 konsumen dengan kontribusi dari sektor perbankan mencapai 55%, sektor telekomunikasi dan komersial 40%, sedangkan sisanya dari sektor lainnya. Pendapatan GTN saat ini sekitar Rp 1,3 miliar per bulan.

“Kami membidik sektor fintech karena GTN telah mendapatkan sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) 3.2 sehingga bisa menjadi mitra fintech start-up yang dipersyaratkan harus PCI compliant,” kata Wahyudi. PCI DSS merupakan standar global yang wajib dimiliki institusi yang menangani atau terkait proses transaksi kartu kredit, kartu debit, ATM, dan e-money.

“Di era digital saat ini, transaksi dengan kartu kredit, kartu debit maupun e-money semakin besar sehingga potensi ancaman terhadap keamanan transaksi juga meningkat,” kata Miko Yanuar, Direktur GTN. Oleh karena itu, perlu perlindungan terhadap data sensitif pemegang kartu agar terhindar dari risiko pencurian identitas, pembobolan kartu, dan menghindari potensi kerugian atas pencurian data nasabah. Hanya beberapa data center di Indonesia yang memiliki sertifikasi PCI DSS yang digagas oleh 5 lembaga keuangan internasional American Express, Visa Inc, MasterCard, Discover Financial Service, dan JCB International.

“Dalam 2-3 tahun ke depan, GTN dan anak usaha kami Visionet Data Internasional akan memberikan kontribusi recurring income sebesar 25%-30% dari total revenue perusahaan,” ujar Wahyudi. Saat ini kontribusi recurring income dari kedua anak usaha itu mencapai 20%, sebagian besar berasal dari Visionet sedangkan kontribusi GTN masih di bawah 5%. Pada semester I 2017, perseroan membukukan pendapatan Rp 849,33 miliar. GTN adalah perusahaan patungan antara MLPT dengan Mitsui & Co Ltd, dengan kepemilikan saham masing-masing 65% dan 35%. (*)

Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong bisnis data center melalui anak usahanya, Graha Teknologi Nusantara (GTN). Perseroan membidik potensi pasar di sektor financial technology (fintech) yang pertumbuhannya pesat.

Wahyudi Chandra, Presiden Direktur MLPT, mengatakan GTN mengoperasikan GTN Data Center seluas 4.000 m2 di Lippo Cikarang, Jawa Barat sejak 2016. Saat ini GTN memiliki 38 konsumen dengan kontribusi dari sektor perbankan mencapai 55%, sektor telekomunikasi dan komersial 40%, sedangkan sisanya dari sektor lainnya. Pendapatan GTN saat ini sekitar Rp 1,3 miliar per bulan.

“Kami membidik sektor fintech karena GTN telah mendapatkan sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) 3.2 sehingga bisa menjadi mitra fintech start-up yang dipersyaratkan harus PCI compliant,” kata Wahyudi. PCI DSS merupakan standar global yang wajib dimiliki institusi yang menangani atau terkait proses transaksi kartu kredit, kartu debit, ATM, dan e-money.

“Di era digital saat ini, transaksi dengan kartu kredit, kartu debit maupun e-money semakin besar sehingga potensi ancaman terhadap keamanan transaksi juga meningkat,” kata Miko Yanuar, Direktur GTN. Oleh karena itu, perlu perlindungan terhadap data sensitif pemegang kartu agar terhindar dari risiko pencurian identitas, pembobolan kartu, dan menghindari potensi kerugian atas pencurian data nasabah. Hanya beberapa data center di Indonesia yang memiliki sertifikasi PCI DSS yang digagas oleh 5 lembaga keuangan internasional American Express, Visa Inc, MasterCard, Discover Financial Service, dan JCB International.

“Dalam 2-3 tahun ke depan, GTN dan anak usaha kami Visionet Data Internasional akan memberikan kontribusi recurring income sebesar 25%-30% dari total revenue perusahaan,” ujar Wahyudi. Saat ini kontribusi recurring income dari kedua anak usaha itu mencapai 20%, sebagian besar berasal dari Visionet sedangkan kontribusi GTN masih di bawah 5%. Pada semester I 2017, perseroan membukukan pendapatan Rp 849,33 miliar. GTN adalah perusahaan patungan antara MLPT dengan Mitsui & Co Ltd, dengan kepemilikan saham masing-masing 65% dan 35%. (*)