Consumer Headline Markets

Pemulihan Daya Beli Topang ICBP dan MYOR

Perbaikan ekonomi dan sejumlah kebijakan pemerintah maupun Bank Indonesia secara perlahan memulihkan daya beli masyarakat. Beberapa saham di sektor konsumer yang akan diuntungkan oleh pemulihan daya beli masyarakat adalah Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan Mayora Indah Tbk (MYOR).

Bahana Sekuritas melihat ada empat faktor yang akan mendorong pemulihan daya beli masyarakat pada 2018. Pertama, target inflasi dalam RAPBN 2018 di level 3,5%, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Januari-September 2017 yang mencapai 3,72%. Kedua, pemulihan harga komoditas yang menguatkan rencana sejumlah perusahaan pertambangan untuk meningkatkan produksi dan ekspansi usaha tahun depan. “Kalau kenaikan harga komoditas terjadi sepanjang tahun ini, dampaknya pada konsumsi masyarakat akan terlihat tahun depan,” kata Michael Setjoadi, Analis Bahana Sekuritas.

Ketiga, peningkatan belanja subsidi dalam RAPBN 2018 akan menjadi pendorong daya beli masyarakat kelas bawah. Keempat, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung tahun depan, serta kampanye pemilihan presiden yang bakal akan dimulai pada semester II 2018, menjadi angin segar bagi sektor konsumsi.

“Perbaikan daya beli masyarakat hanya tertunda dari perkiraan paruh kedua tahun ini, bergeser ke tahun depan karena masih rendahnya belanja pemerintah hingga semester pertama tahun ini,” kata Michael. Jika pemerintah mendorong belanja pada semester II 2017, dampaknya terhadap konsumsi akan terlihat pada semester I 2018.

Bahan Sekuritas merekomendasikan BUY saham-saham konsumer yang terkait kebutuhan harian masyarakat, seperti ICBP dan MYOR. Kinerja ICBP akan ditopang oleh harga bahan baku produksi, seperti gula, gandum, dan susu yang diprediksi lebih murah pada semester II 2017 sehingga mampu menutup penurunan penjualan mi instan. Target harga untuk ICBP ditetapkan Rp 10.700.

MYOR diuntungkan oleh diversifikasi pasarnya yang merambah ke China, Filipina, Thailand, dan Vietnam. “Ketika pasar domestik mengalami kontraksi, MYOR mampu menutupi dengan penjualan ke pasar regional. Ke depan, perusahaan ini juga siap ekspansi ke Laos, Kamboja, dan Myanmar,” kata Michael. Bahana menetapkan target harga Rp 2.200 untuk saham MYOR.  Sementara itu, Bahana merekomendasikan HOLD saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di level Rp 45.000 karena valuasinya sudah terlalu mahal. (*)

Follow Us

Most Viewed

Indexes