Markets Property

Penjualan PPRO Diproyeksikan Tumbuh 60%

Penjualan PP Properti Tbk (PPRO) hingga kuartal III 2017 diproyeksikan mencapai Rp 2,33 triliun, tumbuh 60% dibandingkan dengan kuartal yang sama 2016. Kinerja perseroan ditopang oleh setiap lini bisnis mulai dari hotel hingga residensial.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, mengatakan perseroan memperkirakan laba bersih pada kuartal III 2017 mencapai 275 miliar dan hingga akhir tahun ini akan mencapai Rp 425 miliar-Rp 435 miliar. “Pada penghujung tahun, kami akan meluncurkan beberapa produk, antara lain Apartemen Weston View di Surabaya, Apartemen Mahasiswa Louvia di Jatinangor Bandung, serta soft opening Mall Lagoon Avenue, Bekasi,” kata Taufik.

Perseroan juga akan melakukan groundbreaking beberapa proyek, antara lain Grand Shamaya di Surabaya, Begawan Apartemen di Malang, Tower Victoria, dan Tower Isabela di GKL Bekasi.

Perseroan gencar menggarap proyek-proyek baru, termasuk dua hunian berkonsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Juanda dan Stasiun Tanah Abang. Perseroan akan membangun 2 tower apartemen dengan 627 unit di lahan seluas 5.903 m2 di TOD Juanda.

PPRO juga melanjutkan akuisisi lahan untuk mendukung landbank yang ditargetkan mencapai 200 ha pada akhir tahun ini. “Dengan bertambahnya landbank tahun ini, jumlah site proyek yang akan siap dikembangkan pada 2018 akan bertambah menjadi 26 site dari 14 site pada 2017,” kata Taufik.

Tahun depan perseroan akan fokus melakukan produksi di landbank yang dimiliki sehingga tidak perlu menambah landbank lagi. Untuk meningkatkan daya saing, PPRO juga akan mengembangkan sistem pemasaran baru berupa e-commerce berbasis web dan apps serta menerapkan konsep smart city di beberapa produknya. (*)