Industry & Trade Infrastructure Markets

FREN akan Terbitkan Obligasi Konversi Rp 15 Triliun

Smartfren Telecom Tbk (FREN) akan menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 15 triliun melalui skema private placement secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan karena perusahaan membutuhkan tambahan modal untuk mengatasi modal kerja bersih negatif dan rasio liabilitas terhadap aset perusahaan yang mencapai lebih dari 80%.

Manajemen FREN dalam keterbukaan informasi, mengatakan perseroan membutuhkan dana segar untuk memperbaiki kondisi keuangan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Perseroan memilih penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) dengan penerbitan OWK.

Instrumen yang akan diterbitkan adalah lima sertifikat OWK III Seri 1. Pada setiap sertifikat OWK III Seri 1 melekat 1 opsi OWK III Seri 2, 6 opsi OWK III Seri 3, dan 2 opsi OWK III Seri 4. Seluruh OWK III dapat dikonversi menjadi saham seri C baru yang akan dikeluarkan dari portepel perseroan. Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan sebesar 49,07%.

Nilai OWK III Seri 1 dan Seri 2 adalah Rp 500 miliar per sertifikat atau total Rp 5 triliun. Nilai OWK III Seri 3 Rp 300 miliar per sertifikat atau Rp 1,5 triliun. Sementara itu, OWK III Seri 4 sebesar Rp 100 miliar per sertifikat atau total Rp 500 miliar. OWK memiliki jangka waktu 5 tahun dengan bunga 0% per tahun. Harga saham seri C hasil OWK tersebut ditetapkan sebesar Rp 100. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan OWK I pada 2011 senilai Rp 4,7 triliun dan OWK II pada 2014 senilai Rp 9 triliun.

Periode penerbitan OWK III Seri 1 adalah 2 tahun setelah RUPSLB menyetujui pelaksanaan penambahan modal tanpa HMETD tersebut. Perseroan merencanakan RUPSLB berlangsung pada 23 November 2017.

Berdasarkan laporan keuangan FREN, total aset lancar perseroan turun menjadi Rp 1,57 triliun per September 2017 karena penurunan biaya dibayar dimuka atas penggunaan spektrum frekuensi radio sebesar Rp 834,09 miliar. Liabilitas perseroan juga meningkat menjadi Rp 17,92 triliun karena kenaikan utang sebesar Rp 1,67 triliun. Di sisi lain, ekuitas perseroan turun menjadi Rp 4,45 triliun karena kerugian sebesar Rp 2,82 triliun per September 2017.

Pasca penerbitan OWK III Seri I senilai Rp 2,5 triliun, liabilitas perseroan akan turun menjadi Rp 15,42 triliun. Ekuitas FREN juga akan naik menjadi Rp 6,95 triliun.

Saat ini, pemegang saham FREN terdiri atas Global Nusa Data (GND) 27,4%, Bali Media Telekomunikasi (BMT) 31,13%, Wahana Inti Nusantara (WIN) 29,65%, dan Publik 11,81%. Pasca konversi OWK II, pemegang saham FREN akan terdiri atas GND 18,25%, BMT 20,74%, WIN 19,75%, publik 7,87%, dan pemegang OWK II 33,4%. Pasca konversi OWK III, komposisi pemegang saham terdiri atas GDN 9,3%, BMT 10,56%, WIN 10,06%, publik 4,01%, pemegang OWK II 17,01%, dan pemegang OWK III 49,07%. (*)