Markets Property

IKA UNDIP Borong 678 Unit Apartemen PPRO

Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) membeli 678 unit The Alton Apartment dari PT Dipa Karya Sejahtera, anak usaha PP Properti Tbk (PPRO). Nilai penjualan apartemen mahasiswa premium tersebut mencapai Rp 216 miliar.

“Meningkatnya transaksi bulk selling menggambarkan tingginya kepercayaan pasar kepada produk PPRO,” kata Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO.

Bersamaan dengan kerja sama tersebut, perseroan melakukan groundbreaking tower 2 dan 3 The Alton Apartment. The Alton Apartment terdiri atas 3 tower yang dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektare dan terletak 200 m dari pintu gerbang kampus UNDIP Tembalang, Semarang. Sebanyak 1.704 unit atau 88% dari total 1.982 unit yang ditawarkan telah terjual.

Maryono, Ketua IKA UNDIP, mengatakan pembelian satu tower The Alton Apartment dilakukan untuk menyediakan hunian yang aman, nyaman, dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. “Apartemen ini akan memberikan tambahan pendapatan berulang (recurring income) bagi IKA UNDIP karena apartemen ini akan disewakan kepada mahasiswa UNDIP,” kata Maryono. Pembelian apartemen ini mendapatkan dukungan pembiayaan dari Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Penjualan secara bulk sale ini merupakan yang kedua kali dilakukan PPRO setelah transaksi dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) di Apartemen Evenciio, Margonda, Depok senilai Rp 137 miliar. Kedua apartemen tersebut mengusung konsep apartemen anti narkoba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Di Alton Apartment, perseroan juga bekerja sama dengan Gramedia untuk co-branding e-library sehingga penghuni apartemen bebas mengunduh buku digital (e-book).

“Ke depan, beberapa ikatan alumni universitas lain juga dalam proses penjajakan untuk membeli apartemen PPRO secara bulk selling,” kata Taufik. Perseroan optimistis kerja sama tersebut akan mendorong pencapaian target kinerja tahun ini.

PPRO memproyeksikan penjualan pada kuartal III 2017 mencapai Rp 2,33 triliun, tumbuh 60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan diprediksi mencapai Rp 275 miliar per September 2017. Perseroan menargetkan penjualan tahun ini mencapai Rp 3 triliun dengan laba bersih Rp 425 miliar-Rp 435 miliar. (*)