Markets Mining & Energy

MDKA Dapat Fasilitas Hedging USD 130 Juta

Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mendapatkan fasilitas lindung nilai (hedging) dari 3 bank asing senilai USD 130 juta. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk lindung nilai emas dan perak yang terkait bisnis utama BSI.

Ellie Turjandi, Corporate Secretary MDKA, mengatakan para kreditor yang memberikan pinjaman sindikasi ke BSI adalah Societe Generale Asia Limited (Paris), BNP Paribas (Paris), dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (Hong Kong). Ketiga kreditor itu telah menandatangani kredit sindikasi senilai USD 130 juta untuk BSI pada 19 Februari 2016.

“Terkait dengan fasilitas kredit sindikasi di atas, ketiga kreditor juga mewajibkan BSI mengikatkan diri dalam perjanjian lindung nilai jual emas dan perak kepada masing-masing kreditor dengan plafon USD 130 juta,” kata Ellie. Fasilitas ini dapat digunakan di kemudian hari untuk mengurangi kemungkinan kerugian akibat perubahan harga komoditas, terutama emas dan perak. Fasilitas lindung nilai tersebut akan jatuh tempo pada 31 Maret 2020.

BSI dan pihak afiliasi dari ketiga kreditor sepakat menetapkan biaya premi untuk melindungi atau menjamin kerugian BSI jika terjadai perubahan harga komoditas emas dan perak. “Premi yang disetujui besarannya 1,6% per tahun dengan acuan wholesale forward curve level yang besarnya akan ditetapkan kemudian oleh ketiga kreditor,” kata Ellie.

Perseroan menilai, fasilitas lindung nilai komoditas akan memberikan dampak stabilitas terhadap kondisi keuangan BSI yang berkewajiban membayar kembali fasilitas kredit sindikasi tersebut. BSI memiliki tambang emas dan tembaga di Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi, Jawa Timur

Pada perdagangan Selasa (17/10), harga saham MDKA stagnan di Rp 2.350. (*)