Markets Mining & Energy

PTBA Garap Proyek Pembangkit USD 4 Miliar

Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama konsorsium investor akan menggarap 3 proyek pembangkit listrik dengan total nilai investasi USD 4 miliar. Porsi pendanaan yang harus disiapkan PTBA untuk ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai USD 600 juta.

Orias Petrus Moedak, Direktur Keuangan PTBA, mengatakan ketiga proyek pembangkit listrik tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumsel 8 dengan kapasitas 2×600 MW, PLTU mulut tambang Peranan 2×300 MW dan PLTU mulut tambang Sumsel 6 dengan kapasitas 2×300 MW.

Kebutuhan investasi untuk ketiga proyek PLTU tersebut akan disiapkan dari ekuitas USD 1,2 miliar dan pinjaman USD 2,8 miliar. “Kalau porsi PTBA katakanlah 50% untuk setiap proyek, setoran modal yang harus disiapkan USD 600 juta,” kata Orias.

Perseroan tengah mengkaji sejumlah opsi untuk pendanaan proyek-proyek tersebut. Saat ini PTBA memiliki kas sebesar Rp 3 triliun yang dapat digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan proyek. Sisa kebutuhan dana bisa ditutup dari pinjaman atau penerbitan obligasi di dalam maupun di luar negeri, seperti global bond atau Komodo Bonds.

Di PLTU Sumsel 8, PTBA melalui anak usahanya, Huadian Bukit Asam Power (HBAP), mendapatkan komitmen pinjaman senilai USD 1,2 miliar dari The Export-Import Bank of China (CEXIM).

Pada Kamis (19/10), perseroan dan PLN menandatangani amandemen Power Purchase Agreement (PPA) PLTU mulut tambang Sumsel 8. Menurut Arviyan Arifin, Direktur Utama PTBA, dalam amandemen tersebut listrik dari Sumsel 8 yang semula akan dialirkan ke Jawa dialihkan ke Sumatera.

“Kebutuhan listrik di Jawa sudah cukup sehingga listrik dari Sumsel 8 akan dialihkan untuk kebutuhan listrik di Sumatera,” kata Arviyan. HBAP akan membangun jalur transmisi dari PLTU Sumsel 8 ke gardu induk PLN di Muara Enim sejauh 45 km. Perubahan ini menyebabkan nilai investasi untuk proyek Sumsel 8 naik dari USD 1,6 miliar menjadi USD 1,7 miliar.

Konstruksi Sumsel 8 akan dimulai pada pertengahan 2018. Perseroan menargetkan commercial operation date (COD) untuk unit 1 dapat dilakukan pada 2021 dan unit 2 pada 2022. (*)