Finance Markets Property

Benny Tjokrosaputro Suntik MYRX Rp 1 Triliun

Hanson International Tbk (MYRX) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 1,01 triliun. Benny Tjokrosaputro, salah satu pemegang saham dan direktur utama perseroan, akan menyuntikkan dana tersebut dengan membeli 7,98 miliar saham seri C dengan harga Rp 127 per saham.

Sebelum penambahan modal dilakukan, Benny memiliki 8,32 miliar saham seri C atau setara 10,32% dari modal disetor dan ditempatkan penuh MYRX. Pasca transaksi, kepemilikan saham Benny di MYRX akan meningkat menjadi 16,30 miliar saham atau 18,56% dari modal disetor dan ditempatkan penuh dalam perseroan. Transaksi ini tidak menyebabkan perubahan pemegang saham pengendali dalam perseroan.

Menurut prospektus MYRX, transaksi ini dilakukan untuk meningkatkan modal disetor pada anak usahanya, Mandiri Mega Jaya (MMJ). Dana tersebut akan mendukung belanja modal MMJ untuk melakukan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang properti.

MMJ akan membangun kawasan industri, hunian, dan melakukan kerja sama (joint operation) investasi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang properti dan jasa penunjang properti. MMJ saat ini bergerak di bidang jasa dan pembangunan, mencakup general contractor, pengembang kawasan perumahan, kawasan industri, apartemen, dan lain-lain.

Menurut manajemen MYRX, transaksi ini akan memperkuat struktur permodalan perseroan, mengembangkan usaha MYRX, dan anak-anak usahanya. Tambahan jumlah saham beredar juga diklaim akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham MYRX.

Sebelum transaksi, komposisi pemegang saham MYRX untuk saham seri A dimiliki masyarakat sebesar 4,39%. Saham seri B dimiliki oleh Lili Soemantry 0,15%, Joeng Wie Fu 0,10%, Nathaniel Tanaya 0,09%, dan masyarakat 1,06%. Saham Seri C dimiliki oleh Benny Tjokrosaputro 10,42%, Asabri 6,93%, dan masyarakat 76,85%.

Pasca transaksi, saham seri A yang dimiliki masyarakat akan menjadi 3,99%. Saham seri B yang dimiliki Lili Soemantry 0,14%, Joeng Wie Fu 0,09%, Nathaniel Tanaya 0,08%, dan masyarakat 0,96%. Untuk saham seri C, kepemilikan Benny akan naik menjadi 18,56%, Asabri turun menjadi 6,30%, dan masyarakat 69,87%.

Pada perdagangan Jumat (20/10), harga saham MYRX turun 2,46% menjadi Rp 119. (*)