Finance Markets

Laba Bersih BMRI Tumbuh 25,4%

Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih Rp 15,1 triliun pada akhir September 2017, meningkat 25,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kinerja perseroan didorong oleh optimalisasi aset produktif dan kontribusi pendapatan yang bersumber dari jasa perbankan.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan mencapai Rp 38,66 triliun relatif flat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pendapatan non-bunga (fee based income) naik 18,4% menjadi Rp 14,23 triliun.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BMRI, mengatakan kenaikan fee based income yang lebih tinggi dibandingkan NII karena ditopang oleh pendapatan dari transaksi valuta asing (valas) untuk nasabah korporasi.

Hingga kuartal III 2017, perseroan mencatat keuntungan dari transaksi valas sebesar Rp 2,11 triliun, meningkat 28,9% dibandingkan kuartal III 2016. Perseroan juga mencatat keuntungan dari transaksi obligasi sebesar Rp 926 miliar, tumbuh 37,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kredit BMRI hingga kuartal III 2017 tumbuh 9,8% menjadi Rp 686,16 triliun. Pertumbuhan kredit tertinggi dicatatkan oleh kredit mikro yang meningkat 22,1% menjadi Rp 57 triliun. Kredit konsumer perseroan tumbuh 20,6% menjadi Rp 95,2 triliun sedangkan kredit korporasi tumbuh 11,7% menjadi Rp 237,1%.

Kredit di segmen komersial dan kredit usaha kecil terkoreksi masing-masing sebesar 3,1% menjadi Rp 157,6 triliun dan 1,2% menjadi Rp 59 triliun. “Pertumbuhan negatif pada segmen kredit komersial dan usaha kecil merupakan dampak dari perbaikan kualitas kredit yang kami lakukan,” kata Kartika.

BMRI mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) gross 3,75%, turun 6 bps dibandingkan kuartal III 2016 sebesar 3,81%. “NPL gross pada akhir tahun akan mendekati 3,5%. Tahun depan mungkin bisa ke 3%,” ujar Kartika. (*)