Finance Infrastructure Markets

Penerbitan Surat Utang Capai Rp 121 Triliun

Penerbitan surat utang nasional pada periode Januari-September 2017 mencapai Rp 121,04 triliun. Perusahaan di sektor perbankan dan pembiayaan (multifinance) masih mendominasi penerbitan surat utang dengan porsi 59,09%.

Hendro Utomo, Senior Vice President Financial Institution Ratings Division Pefindo, mengatakan penerbitan surat utang oleh perusahaan-perusahaan di sektor konstruksi mencapai Rp 11,07 triliun sedangkan telekomunikasi Rp 6,93 triliun. Nilai emisi yang signifikan juga terlihat dari sektor pertambangan sebesar Rp 4,85 triliun dan infrastruktur Rp 3,86 triliun.

Penerbitan surat utang tersebut terdiri atas obligasi Rp 99,4 triliun, medium term notes (MTN) Rp 9,9 triliun, sekuritisasi Rp Rp 6,46 triliun, dan sukuk Rp 5,28 triliun. “Sekuritisasi naik signifikan, biasanya Rp 1 triliun-Rp 2 triliun menjadi Rp 6,5 triliun karena ada penerbitan dari sektor kelistrikan dan jalan tol di luar sekuritisasi KPR,” kata Hendro.

Dari total penerbitan surat utang nasional, pangsa pasar pemeringkatan Pefindo mencapai 78,42%. Pangsa pasar dual rating antara Pefindo dengan perusahaan pemeringkat lainnya 6,42% sedangkan untuk perusahaan pemeringkat lainnya 15,16%.

Hingga 19 Oktober 2017, Pefindo menerima mandat untuk memeringkat surat utang sebesar Rp 30,55 triliun. Dari total mandat tersebut, penerbitan MTN mencapai Rp 14 triliun, obligasi Rp 8,3 triliun, realisasi obligasi berkelanjutan (PUB) Rp 6,6 triliun, PUB baru Rp 1,45 triliun, dan sukuk Rp 200 miliar. Penerbitannya bisa dilakukan pada akhir tahun ini atau kuartal I 2018 tergantung kondisi pasar. Adapun untuk PUB berlaku selama 2 tahun ke depan. (*)