Finance Markets

BEI Targetkan Transaksi Harian Rp 9 Triliun di 2018

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RTNH) sebesar Rp 9 triliun pada 2018, meningkat dibandingkan target tahun ini sebesar Rp 7,75 triliun. Target tersebut akan ditopang oleh optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia, peningkatan eksposure dengan kenaikan peringkat investasi Indonesia, penambahan jumlah investor baru dan aktivitas IPO perusahaan.

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, mengatakan BEI menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 3,5%-1%, BI Rate 4,25%, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.400. “Asumsi kenaikan RTNH juga dipengaruhi oleh mulai beroperasinya PT Pendanaan Efek Indonesia,” kata Tito.

BEI memproyeksikan 35 emiten baru yang mencatatkan saham (IPO) dan 60 perusahaan melakukan pencatatan saham tambahan melalui rights issue maupun saham bonus. Target emisi obligasi yang ditetapkan BEI sebesar 80 emisi obligasi korporasi dan 156 obligasi negara.

Pada tahun depan, BEI memproyeksikan total pendapatan sebesar Rp 1,07 triliun, naik 12,81% dibandingkan dengan total pendapatan dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2017 Revisi sebesar Rp 949,74 miliar. Peningkatan target ini berdasarkan penambahan pada pos pendapatan usaha sebesar 14,39%. Proyeksi atas biaya usaha BEI untuk 2018 adalah Rp 924,04 miliar, termasuk biaya pungutan OJK sebesar 15% terhadap total pendapatan.

Laba bersih BEI diprediksi mencapai RP 100,38 miliar pada 2018. Sementara itu, total aset BEI akan tumbuh 5,74% menjadi Rp 2,55 triliun dan saldo kas Rp 1,31 triliun. (*)