Consumer Infrastructure Markets

ISAT Tawarkan Obligasi dan Sukuk Rp 3,72 Triliun

Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II 2017 senilai Rp 2,72 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II sebesar Rp 1 triliun. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk refinancing pinjaman dan membayar biaya hak penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio kepada pemerintah.

Menurut prospektus perseroan, sekitar 62,3% dana obligasi akan digunakan untuk melunasi sebagian atau seluruhnya (refinancing) pinjaman rupiah ISAT. Pinjaman yang akan dilunasi antara lain Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Seri A 2014 Rp 950 miliar, Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap I Seri A 2014 sebesar Rp 64 miliar, pinjaman dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 150 miliar, dan pinjaman dari Citibank NA Jakarta Rp 530 miliar.

Sekitar 37,7% dana dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk membayar BHP Spektrum Frekuensi Radio yang dibayarkan di muka selama 1 tahun. Sementara itu, dana hasil penerbitan sukuk ijarah akan digunakan untuk pembayaran BHP Spektrum Frekuensi Radio.

Obligasi ISAT diterbitkan dalam lima seri. Seri A sebesar Rp 1,02 triliun dengan tenor 370 hari memberikan kupon 6,15%. Seri B sebesar Rp 673 miliar dengan tenor 3 tahun menawarkan kupon 7,45%. Seri C dengan nilai Rp 498 miliar memiliki tenor 5 tahun dan kupon 7,65%. Seri D Rp 21 miliar dengan tenor 7 tahun dan kupon 7,95%. Seri E sebesar Rp 511 miliar dengan tenor 10 tahun memberikan kupon 8,65%.

Sukuk ijarah ISAT juga diterbitkan dalam lima seri dengan tenor 370 hari hingga 10 tahun. Sukuk ijarah ini memiliki obyek ijarah berupa hak atas sebagian manfaat kapasitas jaringan yang digunakan untuk layanan MIDI. Saat ini jaringan MIDI ISAT memberikan pendapatan Rp 2,06 triliun per 30 Juni 2017. Obyek ijarah maksimal bernilai 34% dari total pendapatan.

ISAT akan melakukan penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah yang mendapatkan peringkat AAA dari Pefindo dan Fitch ini pada 3-6 November 2017. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 10 November 2017.

Penjamin emisi obligasi ISAT adalah BCA Sekuritas, CIMB Sekuritas, Danareksa Sekuritas, DBS Vickers, dan Indo Premier Sekuritas. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertindak sebagai wali amanat obligasi dan sukuk ijarah ISAT. (*)